Asuransi Syariah Menurut Bahasa

Mengenal Asuransi Syariah

Sobat Edmodo, asuransi syariah adalah sebuah mekanisme perlindungan dari risiko yang diatur sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Atas dasar hukum Islam, asuransi syariah mengandalkan sistem bagi hasil yang sama antara peserta dan pengelola. Hanya saja, asuransi syariah menghindari unsur-unsur riba, spekulasi, dan unsur-unsur yang beresiko tinggi.

Kelebihan Asuransi Syariah

1. Adanya Konsep Berdikari Bagi Peserta Asuransi

đź‘ŤAsuransi syariah memberikan kesadaran bahwa peserta bertanggung jawab untuk menentukan ukuran premi dan jenis perlindungan yang dibutuhkan. Dalam perjanjian asuransi syariah, peserta harus memahami dan bersedia mengambil risiko investasi yang diberikan.

2. Kerjasama Cerdik Menjaga Kepentingan Bersama

đź‘ŤAsuransi syariah berfokus pada prinsip kebersamaan dan kerjasama dalam mengelola investasi. Hal ini membuat asuransi syariah lebih terukur dan menghindari spekulasi finansial.

3. Menghasilkan Produk Berbasis Syariah yang Baik

đź‘ŤAsuransi syariah diawasi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN), terdiri dari tokoh-tokoh penting yang berkompeten di bidang ekonomi dan syariah. Sehingga, produk-produk asuransi syariah cenderung berkualitas baik dan tersedia untuk semua orang.

4. Memiliki Program Berbagi Risiko

đź‘ŤPada dasarnya, asuransi syariah bertujuan untuk mengurangi risiko dengan cara mengelompokkan peserta dan membagikan risiko. Mekanisme bagi hasil yang diterapkan memastikan bahwa peserta dan pengelola sama-sama bertanggung jawab terhadap transaksi investasi.

5. Adanya Peran Pihak Ketiga dalam Mengelola Program

đź‘ŤSecara umum, asuransi syariah lebih stabil dan tahan terhadap ketidakpastian pasar keuangan yang terjadi. Hal ini karena mekanisme investasi dikelola oleh pihak ketiga yang bekerja secara profesional dan bertanggung jawab dalam menjaga kepastian program asuransi syariah.

6. Menghindarkan dari Praktik Riba dan Gharar

đź‘ŤAsuransi syariah menjamin ketiadaan unsur riba dan gharar atau ketidakpastian. Sebaliknya, asuransi syariah menganut sistem bagi hasil yang menghindarkan kepentingan pihak tunggal dalam suatu transaksi investasi.

7. Tersedia Beberapa Pilihan Produk Asuransi

đź‘ŤMasyarakat dapat memilih pilihan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan. Produk asuransi syariah yang ada memiliki fleksibilitas premi, jangka waktu perlindungan, dan jenis proteksi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Kekurangan Asuransi Syariah

1. Menggunakan Skema Bagi Hasil Berdasarkan Risiko

đź‘ŽMekanisme bagi hasil dalam asuransi syariah cenderung lebih variatif dan beresiko tinggi. Oleh karena itu, keuntungan yang didapat bisa jadi lebih lambat dibandingkan asuransi konvensional.

2. Pembatasan Dalam Menentukan Asuransi

đź‘ŽAsuransi syariah cenderung lebih kaku dalam menentukan jenis perlindungan yang dapat diakomodasi. Ada beberapa jenis risiko yang tidak bisa dikategorikan dalam asuransi syariah, seperti risiko kesehatan yang berkepanjangan.

3. Memiliki Biaya Premi Lebih Tinggi

đź‘ŽDalam produk-produk asuransi syariah, biaya premi cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan asuransi konvensional. Hal ini disebabkan oleh mekanisme bagi hasil yang diterapkan dalam asuransi syariah menjadi lebih variatif dan berisiko tinggi.

4. Tidak Sebesar Besaran Credit Limit pada Asuransi Konvensional

đź‘ŽDalam perkembangannya, asuransi syariah masih terlihat mengalami kendala dalam menggapai taraf layanan yang sama seperti asuransi konvensional yang kebanyakan memiliki lebih besar besar credit limit.

5. Ketergantungan pada Sertifikat Syariah

đź‘ŽAsuransi syariah bergantung pada sertifikat syariah yang diakui oleh instansi yang berwenang. Sertifikat ini dibutuhkan untuk mengukur kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Jika tidak memenuhi syarat, asuransi syariah tidak bisa beroperasi secara sah.

6. Penentuan Akad Berdasarkan Skenario Terbaik

đź‘ŽAsuransi syariah cenderung mempertimbangkan hasil skenario yang mengalami pertumbuhan, tanpa mempertimbangkan kemungkinan skenario yang tidak menguntungkan. Hal inilah yang menjadi risiko terselubung dalam asuransi syariah.

7. Tidak Dikomersilkan dengan Banyak Perusahaan Insurance Luar Negeri

đź‘ŽBeberapa perusahaan asuransi syariah masih terkendala untuk bekerja sama dengan banyak perusahaan asuransi dari luar negeri dikarenakan kekurangan pengalaman.

Penjelasan tentang Asuransi Syariah dalam Tabel

Nama Tersedia perlindungan apa saja? Bagaimana Mekanisme Pembayaran Premi? Apakah bisa dicancel? Berapa lama jangka waktu polisnya?
Amanah Syariah Mandiri Perlindungan kesehatan dan asuransi mobil Bulanan, 6 bulan, dan tahunan Bisa, namun ada biaya cancel 1-3 tahun
Prudential Syariah Perlindungan kesehatan, jiwa, dan dana pensiun Bulanan, 6 bulan, dan tahunan Bisa, bebas biaya cancel 2-25 tahun
Asuransi Takaful Perlindungan kesehatan, jiwa, dan pendidikan Bulanan, 6 bulan, dan tahunan Bisa, namun ada biaya cancel 3-10 tahun

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa itu Asuransi Syariah?

Asuransi syariah adalah sebuah mekanisme perlindungan dari risiko yang diatur sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dengan menghindari unsur-unsur riba, spekulasi, dan unsur-unsur yang beresiko tinggi.

2. Apa bedanya Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional?

Asuransi syariah didasarkan pada prinsip keberadaan kebersamaan dalam mengelola investasi. Sedangkan, asuransi konvensional lebih terfokus pada keuntungan pihak insurance tersebut. Selain itu, asuransi syariah juga lebih menghindari unsur-unsur riba dalam setiap transaksinya.

3. Bagaimana cara memilih produk Asuransi Syariah yang tepat?

Sebelum memilih produk asuransi syariah, pastikan mengetahui jenis perlindungan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Selain itu, pilih juga perusahaan asuransi syariah yang terpercaya dan memahami kebutuhan peserta.

4. Apa keuntungan dari menggunakan Asuransi Syariah?

Keuntungan penggunaan asuransi syariah adalah, peserta dapat menentukan besaran premi yang disesuaiakn dengan kebutuhan, terdapat jaminan pembagian risiko yang adil antara peserta dan pihak pengelola, cenderung lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada situasi ekonomi dan berisiko tinggi.

5. Bagaimana cara membayar premi Asuransi Syariah?

Pembayaran premi asuransi syariah dapat dilakukan secara bulanan, 6 bulan atau tahunan, melalui transfer bank, kartu kredit, atau melalui agen yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi syariah.

6. Bisa kah membatalkan Asuransi Syariah?

Dalam asuransi syariah memang dibuka kemungkinan untuk membatalkan polis. Namun, ia akan dikenakan biaya administrasi yang harus dibayarkan oleh peserta. Ada juga asuransi syariah yang tidak mencantumkan biaya untuk pembatalan polisnya.

7. Berapa lama jangka waktu polis Asuransi Syariah?

Jangka waktu polis dari asuransi syariah bervariasi, berkisar dari 1 hingga 25 tahun, tergantung jenis perlindungan dan kebutuhan peserta yang memerlukan asuransi syariah.

8. Bagaimana cara mengecek keabsahan asuransi syariah?

Cek terlebih dahulu perusahaan asuransi syariah yang memiliki izin resmi dari OJK. Selain itu, perusahaan asuransi syariah juga harus memiliki izin dari DSN (Dewan Syariah Nasional). Pastikan juga untuk mengetahui profil dari perusahaan asuransi syariah tersebut untuk memastikan keamanannya.

9. Apa risiko dari menggunakan Asuransi Syariah?

Risiko penggunaan asuransi syariah adalah kemungkinan mengalami kegagalan investasi karena tidak mempertimbangkan skenario yang merugikan yang berdampak pada hasil bagi hasil yang kecil.

10. Mengapa asuransi syariah menggunakan sistem bagi hasil?

Sistem bagi hasil dalam asuransi syariah digunakan untuk membagikan risiko dan kedudukan dalam suatu investasi. Hal ini membuat peserta dan pengelola berkesempatan sama-sama untuk mengambil untung dalam suatu investasi.

11. Apa itu Dewan Syariah Nasional?

Dewan Syariah Nasional (DSN) adalah lembaga yang dibentuk untuk mengawasi kepatuhan perusahaan syariah dalam menjalankan transaksi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

12. Apa yang harus dilakukan jika ingin menyampaikan keluhan asuransi syariah?

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menghubungi pihak asuransi syariah dahulu. Jika merasa tidak ada tanggapan yang memuaskan, dapat dilakukan keluhan melalui OJK.

13. Apa saja jenis perlindungan yang dapat dicover oleh Asuransi Syariah?

Asuransi syariah dapat mencakup perlindungan jiwa, kesehatan, pendidikan, hingga dana pensiun. Tiap jenis perlindungan memiliki ketentuan dan manfaat yang berbeda.

Kesimpulan

Setelah membaca penjelasan di atas, kami harap Sobat Edmodo dapat memahami dan mengetahui apa itu asuransi syariah sesuai dengan bahasa yang disampaikan. Secara umum, asuransi syariah memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, mendapatkan perlindungan dalam asuransi syariah menjadi pilihan bagi mereka yang menghindari unsur riba dan spekulasi. Sebelum memilih, sobat Edmodo juga harus memahami ketentuan dan jenis produk yang tersedia agar dapat memilih yang sesuai dengan kebutuhan.

Penutup

Sahabat pembaca terlebih bagi yang belum mengetahui apa itu asuransi syariah, semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kalian terhadap asuransi syariah. Selalu waspada dan pastikan untuk selalu meilhat track record dari perusahaan asuransi syariah tersebut agar terhindar dari kerugian. Terima kasih telah membaca dan tetap waspada!