Makalah Sejarah Asuransi Syariah Dan Konvensional

Sobat Edmodo, sejak zaman dahulu kala, manusia telah selalu berusaha melindungi dirinya dari segala risiko yang mengancam kehidupannya. Salah satu cara melindungi diri dari risiko tersebut adalah dengan melakukan asuransi. Asuransi adalah bentuk perlindungan finansial yang penting bagi setiap orang. Dalam makalah ini, kita akan membahas sejarah asuransi syariah dan konvensional serta kelebihan dan kekurangan keduanya.

Pendahuluan

Asuransi adalah bentuk perlindungan finansial yang memberikan bantuan keuangan kepada seseorang atau keluarganya jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, kematian atau sakit dalam masa kontrak asuransi. Ada dua jenis asuransi yaitu asuransi syariah dan konvensional. Asuransi syariah menggunakan prinsip syariah yang tidak melibatkan unsur riba, maysir, dan gharar, sedangkan asuransi konvensional tidak memiliki prinsip tersebut dan menggunakan prinsip investasi dan profit.

Kelebihan asuransi syariah adalah mempunyai prinsip-prinsip syariah yang islami, mempunyai profit sharing yang menguntungkan, dan halal bagi muslim. Sedangkan kekurangan dari asuransi syariah adalah polis yang kurang fleksibel dibandingkan dengan asuransi konvensional dan jumlah klaim yang dapat dilakukan juga tergantung pada perhitungan yang rumit. Asuransi konvensional memiliki kelebihan, seperti polis yang fleksibel serta memiliki banyak pilihan produk dan klaim yang dapat dilakukan. Namun, asuransi konvensional juga memiliki kekurangan, seperti memiliki unsur riba dan praktek-praktek tidak bermoral.

Sejarah Asuransi Syariah dan Konvensional

Asuransi syariah pertama kali muncul pada abad ke-7 di Yaman dengan adanya perkumpulan yang bernama Al-Tawriq. Pertama kali konsep asuransi syariah ini muncul dari amanah dalam syariah Islam. Konsep asuransi syariah baru mulai dikembangkan di Inggris pada abad ke-18 oleh Edward Lloyd pada tahun 1688. Sedangkan asuransi konvensional muncul pada abad ke-17 di Inggris, tepatnya di Lloyd’s Coffee House di London.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sebagai contoh, Pada asuransi syariah, terdapat empat karakteristik dasar, yaitu tabarru (sumbangan), takaful (sharing of risk), harus (kehalalan), dan mudharabah (profit sharing). Sedangkan asuransi konvensional tidak memerlukan prinsip-prinsip tersebut. Salah satu perbedaan yang jelas antara asuransi syariah dan konvensional adalah pada penghasilan. Asuransi syariah menghasilkan keuntungan dari investasi dan profit yang dihasilkan dari kerjasama antara pihak asuransi dan nasabah. Sedangkan asuransi konvensional lebih banyak mengandalkan premium.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Syariah

Asuransi syariah memiliki banyak kelebihan, seperti: tidak adanya unsur riba, tidak adanya spekulasi, profit sharing yang adil, dan tidak adanya unsur gharar. Sedangkan kekurangan dari asuransi syariah, seperti: polis yang kurang fleksibel, jumlah klaim yang dapat dilakukan, tergantung pada perhitungan yang rumit.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Konvensional

Asuransi konvensional memiliki kelebihan, seperti: polis yang fleksibel, memiliki banyak pilihan produk dan klaim yang dapat dilakukan, serta lebih mudah diakses oleh khalayak umum. Akan tetapi, asuransi konvensional juga memiliki kekurangan seperti unsur riba dan praktek-praktek tidak bermoral.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional dalam Praktek

Asuransi syariah terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai halal dan haram dalam praktik bisnis. Asuransi syariah sering kali didasarkan pada prinsip profit sharing, yang mana keuntungan dibagi antara perusahaan dan nasabah dengan persentase yang disepakati. Sedangkan dalam asuransi konvensional, perusahaan membayar kepada nasabah ketika terjadi klaim dan nasabah membayar premi dalam setiap bulannya.

Apa yang Membedakan Asuransi Syariah dan Konvensional dalam Hal Tujuan Utama?

Tujuan utama dari asuransi syariah adalah memberikan perlindungan finansial bagi peserta yang memenuhi kriteria tertentu. Sedangkan tujuan utama dari asuransi konvensional adalah memaksimalkan keuntungan perusahaan melalui penjualan polis kepada nasabah dan mengelola investasi yang telah dilakukan.

Apa saja Keuntungan yang Didapat dari Asuransi Syariah?

Keuntungan dari asuransi syariah antara lain adalah: memberikan proteksi finansial yang mengikuti prinsip syariah, tidak adanya unsur riba, profit sharing yang menguntungkan, dan halal bagi muslim. Selain itu, asuransi syariah juga mendorong partisipasi kolektif dan sangat berguna bagi masyarakat yang kurang mampu mengelola risiko mereka sendiri.

Apakah Asuransi Syariah Lebih Mahal Daripada Asuransi Konvensional?

Asuransi syariah dan asuransi konvensional memiliki perbedaan premi yang dapat menjadi faktor penentu dalam memilih asuransi. Namun, pada umumnya, premi asuransi syariah tidak lebih mahal dari asuransi konvensional. Perbedaan dalam premi asuransi ditentukan oleh sejumlah faktor seperti usia, kesehatan, jenis kelamin, dan sebagainya.

Bagaimana Caranya Memilih Antara Asuransi Syariah atau Konvensional?

Memilih antara asuransi syariah dan konvensional adalah keputusan pribadi yang didasarkan pada preferensi dan nilai-nilai. Jangan lupa untuk membandingkan produk dan polis yang tersedia, memahami ketentuan dan syaratnya, serta mempertimbangkan manfaat dan risiko. Pastikan Anda memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya finansial Anda.

Bagaimana Proses Klaim pada Asuransi Syariah dan Konvensional?

Proses klaim pada asuransi syariah dan asuransi konvensional hampir sama. Pertama-tama, nasabah harus melengkapi berbagai dokumen dan formulir, kemudian mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi. Proses persetujuan klaim biasanya memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung pada pelaporan klaim dan kompleksitas kasus.

Apakah Asuransi Syariah Dapat Dipercaya Sama seperti Asuransi Konvensional pada Umumnya?

Asuransi syariah sama seperti asuransi konvensional, harus dijamin keandalannya dan keamanannya. Perusahaan asuransi syariah harus mampu menyelesaikan klaim dengan cepat dan memenuhi komitmen mereka sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama nasabah.

Apa Saja Mekanisme Asuransi Syariah?

Mekanisme asuransi syariah didasarkan pada aturan dan prinsip-prinsip syariah. Perusahaan asuransi syariah mengikuti prinsip profit sharing, yang mana keuntungan dibagi antara perusahaan dan nasabah secara proporsional. Selain itu, dalam asuransi syariah juga diterapkan sistem mudharabah dan takaful, yang memungkinkan partisipasi dan penyebaran resiko kolektif.

Bagaimana Cara Melakukan Klaim pada Asuransi Syariah?

Untuk melakukan klaim pada asuransi syariah, nasabah harus mempersiapkan dokumen dan formulir yang diperlukan, kemudian mengajukan klaim dengan cara menghubungi perusahaan asuransi syariah yang bersangkutan. Jika klaim diterima, nasabah akan menerima pembayaran sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Bagaimana Cara Mengetahui Perusahaan Asuransi Syariah yang Terpercaya?

Untuk mengetahui perusahaan asuransi syariah yang terpercaya, pastikan perusahaan asuransi tersebut telah memiliki izin usaha dari badan regulator yang berwenang, seperti OJK dan DSN MUI. Perusahaan asuransi syariah juga harus memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik, didukung dengan sistem manajemen risiko dan teknologi informasi yang modern serta mendukung pelayanan yang berkualitas.

Apa Saja Skema Kontrak Asuransi Syariah yang Tersedia?

Asuransi syariah menyediakan beberapa skema kontrak yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan nasabah, seperti: akad mudharabah, akad murabahah, akad musyarakah, akad wakalah, dan akad qardh. Setiap skema ini memiliki karakteristik dan persyaratan yang berbeda, sehingga nasabah harus memahami dengan baik kondisi dan ketentuan dari masing-masing skema ini.

Kesimpulan

Sobat Edmodo, makalah ini membahas sejarah asuransi syariah dan konvensional serta kelebihan dan kekurangan keduanya. Ada perbedaan yang signifikan antara asuransi syariah dan konvensional dalam hal prinsip, tujuan dan mekanismenya. Akan tetapi, nasabah harus mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum memutuskan untuk memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya finansial mereka.

Daftar Pustaka

Penerbit Judul Kota Terbit Tahun Terbit
Jaya, Putri Asuransi Syariah: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Jakarta 2019
Hussein, Ismail Asuransi Syariah dan Konvensional: Perbandingan dan Analisis Kuala Lumpur 2018

Disclaimer

Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dapat dijadikan sebagai pengganti nasihat profesional. Pembaca harus melakukan riset independen dan mempertimbangkan faktor-faktor individu sebelum membuat keputusan keuangan atau investasi. Penulis dan platform Edmodo tidak bertanggung jawab atas konsekuensi apapun atas keputusan yang dibuat berdasarkan artikel ini.