ANALISIS FAKTOR TERBENTUKNYA KUALITAS KEHIDUPAN KAMPUS (QUALITY OF COLLEGE LIFE)

ANALISIS FAKTOR
TERBENTUKNYA KUALITAS KEHIDUPAN KAMPUS (QUALITY
OF COLLEGE LIFE
)

MRR. Tiyas Maheni DK

Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik
Negeri Jakarta

Gedung Z, Jl. Prof.G.A.Siwabessy, Kampus UI,
Depok, Jawa Barat



ABSTRACT
The process of building Quality of College
Life to achieve maximum goals should be built with the proper instruments.
Because the instrument as a foundation that sustains the activity of building a
campus in College Quality of Life. Another virtue of this research, the
formulation of the model is the Quality of College Life course at the college.
Cover models in this study can provide a positive contribution to the
management of study programs in an effort to realize Quality of College Life.
Object of this study was student. Variables to be measured and tested in this
study is satisfaction with faculty, satisfaction with facilities Prodi, and the
quality of campus life and student goal orientation and behavior. Accidental
sampling method is a sampling technique, while for analytical techniques that
are used confirmatory factor analysis and Regression Weight, on the SEM using
AMOS 18.0 computerized package. Other results from this study in addition to strengthening
the theory, and managerial policy for the college). This scientific articles,
is expected to be a reference to the theoretical research of Quality of College
Life in the future.

Key Words; Satisfaction with Lecturer, Satisfaction with Prodi facilities,
and Quality of Life Campus Orientation and Objectives and Student Behavior

PENDAHULUAN

Pengembangan model kualitas kehidupan kampus (Quality of College Life (QCL)) selain berguna terhadap penguatan
studi dan teori artikel sebelumnya, model ini juga berguna bagi pengembangan Quality of College Life bagi
pengembangan program studi pada perguruan tinggi. Kualitas
kehidupan kampus (QCL) mengacu pada perasaan keseluruhan kepuasan
mahasiswa
mengalami di perguruan
tinggi
(Yu dan Lee 2008). Kepuasan tersebut dibentuk
dari kepuasan
mahasiswa dengan akademik perguruan tinggi dan, aspek sosial, serta
fasilitas
kampus memiliki
pengaruh
positif pada QCL mahasiswa. Studi Yu dan Lee (2008) secara jelas menguraikan
keberhasilan perguruan tinggi diukur dari derajat kepuasan mahasiswa kepada
kampus/perguruan tinggi. Pada teori kepuasan mahasiswa, ditemukan bahwa
kepuasan tersebut dapat diwujudkan melalui indikator penentu pada kualitas
kehidupan kampus (Quality of College Life
(QCL)). Hal ini berarti tujuan Program Studi akan dapat lebih efektif dan
efisien apabila manajemen fokus pada kualitas kehidupan kampus (Quality of College Life (QCL)).

Artikel ini menguji dan menjabarkan sekurangnya 3 tujuan penulisan artikel.  Ketiga tujuan penulisan artikel diantaranya
adalah Tujuan Pertama adalah diperlukan sebuah studi lanjut yang mampu
mengindetifikasi mengenai gambaran kualitas kehidupan kampus (Quality of College Life (QCL)) yang dibentuk
melalui kepuasan dengan dosen. Tujuan Kedua adalah artikel ini harus dapat
mengindentifikasi mekanisme proses alur identifikasi dan perumusan kualitas
kehidupan kampus (Quality of College Life
(QCL)) yang dibentuk melalui kepuasan dengan fasilitas program studi. Dan
Tujuan Ketiga adalah artikel ini harus dapat mendiskripsikan orientasi tujuan
dan prilaku mahasiswa melalui kualitas kehidupan kampus (Quality of College Life (QCL)).

Artikel
ini akan menguji masing pengaruh variabel bebas dan terikat baik dengan
pendekatan Structural Equation Model
(SEM). Hal tersebut maksudkan memberi confirmasi akan faktor yang paling
dominan pada masing-masing variabel. Hal lain yang akan dilakukan adalah
melakukan eksplorasi untuk mengali proses yang lebih baik akan dengan
pertanyaan tertutup dan terbuka serta melakukan pengujian indeks deskriptip
atas obyek artikel ini.
Hasil akhir artikel ini
juga diharapkan sebagai penguatan atas artikel terdahulu. Pada riset Sirgy et
al (2010) menunjukan kualitas fasilitas
dan layanan sebagai satu-satunya elemen yang membentuk penting
(Quality of College Life (QCL)) melalui
kepuasan pada aspek akademik dan aspek sosial. Hal ini dikarenakan kualitas fasilitas dan layanan masih nomor satu
sebagai alat ukur kinerja sebuah perguruan tinggi.
Artikel ini ditujukan
Quality of College Life (QCL) atas
artikel pengembangan prodi sebagaimana hasil beberapa peneliti. Salah satunya
adalah Xie dan Steiner (2013) di mana Quality
of College Life
(QCL) dibangun dari keterlibatkan mahasiswa sebagai partner
pengembangan prodi, selain dosen dan mitra industri.

                                           

TELAAH PUSTAKA

Kepuasan Dengan Dosen

Dosen merupakan elemen strategis pada artikel ini, rumusan pada model
diharapkan untuk memperkokoh peran strategis dosen dalam peningkatan kualitas
pendidikan pada perguruan tinggi. Pada prinsipnya fungsi utama dan tujuan
seorang pengajar (dosen) adalah mengajarkan dan mendidik mahasiswanya dan
menjadi seorang pengajar yang memiliki dan diakui kualifikasi sebagai pengajar.
Pada banyak penelitian dasar penilaian kualitas perguruan tinggi, yaitu
memperlihatkan ukuran kepuasan, khususnya mahasiswa. Kepuasan bagi mahasiswa
dapat diartikan sebagai terpenuhinya harapan dan kebutuhan mereka dalam proses
pembelajaran. Sedangkan arti kepuasan mahasiswa bagi staf pengajar (dosen)
merupakan pengakuan dan penghargaan yang adil dan layak atas waktu dan upaya
yang telah dilakukan oleh para staf pengajar selama ini (Danielsen et al 2009). Artikel ini merumuskan
pentingnya
 kepuasan
dengan dosen
yang diukur dari evaluasi mahasiswa terhadap sebelum dan
sesudah mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan dosen. Indikator yang
dirumuskan untuk menjelaskan variabel adalah :

1.   
Prosedur  (X1), di mana diukur dari evaluasi responden akan ketaatan dosen
dalam melaksanakan PBM sesuai Standard
Operation Procedure
(SOP) yang ada;

2.   
Pengetahuan (X2), di mana diukur dari evaluasi responden akan penguasaan materi ajar dosen
dalam PBM;

3.   
Pengelolaan kelas (X3), di mana diukur dari evaluasi responden akan kemampuan dosen
dalam mengelola aktivitas PBM dalam kelas, sehingga semua mahasiswa terlibat
aktif;

4.   
Melayani (X4), di mana diukur dari evaluasi responden akan sikap siap membantu kebutuhan
mahasiswa dalam PBM; dan

5.   
Kedisplinan (X5), di mana diukur dari penilaian responden akan ketepatan waktu dosen saat
memulai dan mengakhiri PBM.

Dari rumusan telaah dan indikator yang dirumuskan pada
artikel ini maka rumusan hipotesis yang diajukan adalah Hipotesis 1: “Kepuasan dengan dosen berpengaruh positip
terhadap kualitas kehidupan kampus“.

Kepuasan Dengan
Fasilitas Prodi

Elemen kedua yang hendak diukur dalam artikel ini adalah fasilitas yang
dimiliki oleh setiap program studi (prodi) pada perguruan tinggi. Tidak hanya
cukup diukur dengan kriteria tersedia saja, namun juga harus sesuai dengan
harapan pengguna yaitu mahasiswa. Bagi Roberts (2009) kunci dari kelangsungan
hidup program studi dalam menghadapi persaingan dewasa ini, sangat ditentukan
oleh kemampuan program studi dalam memberikan dan menyediakan fasilitas yang
kualitas kepada siswa. Kepuasan dengan kehidupan kampus juga dipengaruhi oleh
berbagai layanan yang disediakan oleh universitas.  Fasilitas
prodi
pada merupakan asset strategis yang harus dimiliki oleh lembaga
pendidikan. Fasilitas merupakan investasi penting yang harus sesegera mungkin
direalisasikan. Sering kali menjadi tolok ukur perbandingan bagi stakeholder
dalam menilai secara umum kualitas kehidupan kampus yang ditawarkan kepada
mereka. Pada kesempatan ini, artikel ini merumuskan kepuasan dengan fasilitas
prodi yang diukur dari evaluasi mahasiswa terhadap fasilitas sebelum dan
sesudah mempergunakan/memanfaatkan dalam PBM. Indikator yang dirumuskan untuk
menjelaskan variabel adalah :

1.   
Bukti langsung (X6)
Mengambarkan diukur dari evaluasi responden akan ketersediaan
dan kebaharuan fasiltas pendidikan yang disediakan oleh prodi;

2.    Keandalan (reliability) (X7) Mengambarkan diukur
dari evaluasi responden akan keterpenuhinya apa yang menjadi kebutuhan
mahasiswa oleh manajemen prodi;

3.    Daya tanggap (responsiveness) (X8) Mengambarkan diukur
dari evaluasi responden akan kecepatan pihak manejemen mengambil tindakan atas
keluhan mahasiswa;

4.    Jaminan (assurance) (X9) Mengambarkan evaluasi
responden akan keamanan dan kesehatan dalam mempergunakan fasilitas PBM yang
disediakan prodi; dan

5.    Empati (emphaty) (X10) Mengambarkan evaluasi
responden akan rasa keperdulian manajemen prodi akan kondisi sosial dan ekonomi
mahasiswa.

Dari rumusan telaah dan indikator yang dirumuskan pada artikel ini maka
rumusan hipotesis yang diajukan adalah Hipotesis 2:
“Kepuasan dengan fasilitas prodi berpengaruh positip terhadap kualitas
kehidupan kampus
“.

Kualitas Kehidupan Kampus (Quality of College Life (QCL))

Quality of College Life merupakan konsep bangun utama dalam model artikel ini. Quality of College Life  menjadi sorotan utama, mana kala keberhasilan
atas setiap program studi di setiap perguruan tinggi, ternyata tidak dalam
lepas dari Quality of College Life  yang dibentuk oleh prodi tersebut. Studi
Sirgy et al (2007) menunjukan dampak positip dari terbentuknya kualitas
kehidupan kampus (Quality
of College Life
) adalah kinerja/prestasi  mahasiswa, motivasi mahasiswa untuk maju, dan
tingkat kepatuhan untuk mengikuti aturan kampus. Hasil kajian tersebut
dikuatkan dengan temuan dalam studi
Pekmezovic et al (2011), bahwa
universitas sebagai program studi akan sulit meningkatkan prestasi akademik
siswanya, jika universitas dinilai tidak mampu menghadirkan kualitas
kehidupan kampus. Hal ini bermakna kinerja program studi adalah untuk
memastikan bahwa sebuah organisasi bisa memenuhi tujuan-tujuan yang
diinginkannya. Hal tersebut dilakukan dengan memastikan bahwa anggota individu
dapat bersikap dengan cara yang sesuai dengan tujuan organisasional. Di mana
hal tersebut ada dalam kualitas kehidupan kampus (Quality of College Life (QCL)). Untuk menjelaskan kualitas
kehidupan kampus  diukur dari evaluasi mahasiswa secara
menyeluruh upaya dari manajemen prodi dalam memenuhi aspek akademik dan sosial
yang dibutuhkan oleh mahasiswa selama studi di Perguruan tinggi. Indikator yang
dirumuskan untuk menjelaskan variabel adalah :

1.   
Kebutuhan akan
pengetahuan
(X11), di mana diukur
dari evaluasi responden akan terpenuhinya kebutuhan pengetahuan yang sangat
berguna sebagai bekal kompetensi setelah lulus ;

2.   
Kebutuhan sosial (X12), di mana diukur dari evaluasi responden akan
terpenuhinya ruang kebebasan dalam pengelolaan hubungan sosial; dan

3.   
Kebutuhan dihargai  (X13),
di mana diukur dari evaluasi responden akan ketepatan umpan balik yang
diberikan manajemen dan dosen serta staf prodi kepada mahasiswa.

Dari rumusan telaah dan indikator yang dirumuskan pada artikel ini maka
rumusan hipotesis yang diajukan adalah Hipotesis 3:
“Kualitas kehidupan kampus berpengaruh positip terhadap orientasi tujuan dan
perilaku mahasiswa
“.

Orientasi Tujuan Dan Perilaku Mahasiswa

Ketidakpuasan yang tinggi menjadi penyebab mundurnya prestasi mahasiswa.
Kontrol agar kualitas kehidupan kampus (Quality
of College Life
(QCL)) terwujud akan membantu mengembangkan kompetensi
(ketrampilan  dan  pengetahuan) mahasiswa menjadi lebih baik.
Secara sederhana terbentunya tujuan dan perilaku mahasiswa berawal dari
kepuasan ataupun ketidakpuasan seorang mahasiswa. Peningkatan kualitas
kehidupan kampus serah dengan pencapaian tujuan dan perubahan perilaku positip
setiap peserta didik. Namun sebaliknya apabila kualitas kehidupan kampus
dinilai buruk oleh siswa, maka ketidakpuasan mahasiswa akan menjadi tinggi
(Petruzzellis, dan Romanazzi 2010). Untuk menjelaskan orientasi tujuan dan
perilaku mahasiswa diukur dari kemauan mahasiswa untuk memaksimalkan kemampuan
untuk mencapai tujuan dan membentuk perilaku yang diharapkan prodi. Indikator
yang dirumuskan untuk menjelaskan variabel adalah :

1.   
Orientasi prestasi
(IP/IPK)
(X14), di mana diukur dari mahasiswa akan mau dan
mampu meningkatkan IP/IPK lebih baik dari periode/semester sebelumnya;

2.   
Rutin mengikuti
PBM 
(X15), di mana diukur dari mahasiswa akan mau dan mampu
mengikuti perkuliahan tepat waktu dan selalu hadir ;

3.   
Motivasi untuk lebih
baik 
(X16), di mana diukur dari mahasiswa akan selalu berusaha dan
tidak mudah menyerah untuk maju; dan

4.   
Mengatakan hal yang
baik kepada pihak lain 
(X17), di mana diukur dari mahasiswa mau dan mampu
menjadi duta promosi bagi Perguruan tinggi;

1.   
Confirmatory factor
analysis
, pada SEM yang mengunakan paket komputerisasi  AMOS 18.0 dalam hal ini untuk mengkonfirmasi
faktor-faktor yang paling dominan dalam satu kelompok variabel.

2.    Regression Weight pada SEM yang digunakan untuk meneliti seberapa besar hubungan antar
variabel.

PEMBAHASAN

Analisis Structural Equation Modeling

Analisis selanjutnya adalah analisis Structural Equation Model
(SEM) secara Full Model yang dimaksudkan untuk menguji model dan
hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini. Pengujian model dalam Structural
Equation Model
dilakukan dengan dua pengujian, yaitu uji kesesuaian model
dan uji signifikansi kausalitas melalui uji koefisien regresi.



Gambar 1

Hasil Uji 
Structural Equation Model

Sumber : data primer yang diolah untuk artikel ini, 2014



Berdasarkan Gambar 1 berupa analisis SEM, dapat dilihat bahwa tingkat signifikansi sebesar 0,054 menunjukkan
bahwa, hipotesis nol (H0) yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan
antara matriks kovarians sampel dengan matriks kovarians populasi yang
diestimasi tidak dapat ditolak.

Hasil tersebut menunjukkan diterimanya hipotesis nol (H0)  atau model ini dapat diterima, yaitu terdapat
dua konstruk yang berbeda dengan indikator-indikatornya. Selain pengujian
berdasarkan nilai probability perlu juga diperkuat dengan nilai – nilai yang
lain, seperti pada Tabel 1.



Tabel 1

Hasil Uji Full Model



Berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 1 dapat ditunjukkan bahwa model
memenuhi kriteria fit, hal ini ditandai dengan nilai dari hasil perhitungan
memenuhi kriteria layak full model. 
Hasil tersebut menunjukkan bahwa model penelitian ini, keseluruhan
memenuhi kriteria model fit.



Tabel 2

Hasil Regression
Weights Analysis Struktural Equation Modeling

Regression
Weights: (Group number 1 – Default model)



Hasil regression
weights analisis Struktural Equation Modeling

Hasil regression weights analisis
Struktural Equation Modeling
bahwa setiap indikator pembentuk variabel
laten harus menunjukkan hasil yang memenuhi kriteria yaitu nilai CR di atas
1,96 dengan P lebih kecil dari pada 0,05 dan nilai lambda atau loading factor
yang lebih besar dari 0,5. Hasil tersebut, dapat dilihat dari Tabel 2. Berdasarkan
Tabel 2 tersebut, menunjukkan 3 (tiga) 
hipotesis yang diajukan memiliki nilai CR di atas 1,96 dengan P lebih besar
dari pada 0,05 dan nilai lambda atau loading factor yang lebih
besar dari 0,5. Jadi dapat disimpulkan secara umum model yang dipakai dalam
penelitian ini dapat diterima, dan semua hipotesis yang diajukan diterima,
karena memenuhi loading factor.

 

Interprestasi
Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian

Pengujian
hipotesis didasarkan atas pengolahan data penelitian dengan menggunakan
analisis SEM, dengan cara menganalisis nilai regresi seperti yang ditampilkan
pada Tabel 2 di atas. Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menganalisis
nilai C.R (Critical Ratio) dan nilai P (Probability) pada hasil
olah data Regression Weights, dibandingkan dengan batasan statistik yang
disyaratkan, yaitu nilai CR (Critical Ratio) di atas 1,96 dan  nilai P (Probability) di bawah
0.05.  Apabila hasilnya menunjukkan nilai
yang memenuhi syarat tersebut, maka hipotesis penelitian yang diajukan dapat
diterima. Secara rinci pengujian hipotesis penelitian akan dibahas secara
bertahap sesuai dengan hipotesis yang telah diajukan, berikut ini.

 

Uji Hipotesis I

Hipotesis I pada
penelitian ini adalah Kepuasan
dengan dosen berpengaruh positip terhadap kualitas kehidupan kampus “.
Berdasarkan data dari hasil pengolahan data diketahui bahwa nilai CR (Critical Ratio) adalah sebesar 3,862
dengan nilai P (Probability) sebesar 0,000. Kedua nilai ini menunjukkan
hasil yang memenuhi syarat, yaitu diatas 1,96 untuk CR (Critical Ratio)
dan dibawah  0.05 untuk nilai P (Probability).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis I pada penelitian ini dapat
diterima.

 

Uji Hipotesis II

Hipotesis II pada penelitian ini adalah “Kepuasan dengan fasilitas prodi
berpengaruh positip terhadap kualitas kehidupan kampus“. Berdasarkan
hasil dari pengolahan data diketahui bahwa nilai CR (Critical Ratio)
adalah sebesar 3,358 dengan nilai P (Probability) sebesar 0,000. Kedua
nilai ini menunjukkan hasil yang memenuhi syarat, yaitu di atas 1,96 untuk CR (Critical
Ratio
) dan dibawah 0,05 untuk nilai P (Probability). Sehingga dapat
dapat disimpulkan bahwa hipotesis II pada penelitian ini dapat diterima.

Uji Hipotesis III

Hipotesis III pada penelitian ini adalah, “Kualitas kehidupan kampus
berpengaruh positip terhadap orientasi tujuan dan perilaku mahasiswa“. Berdasarkan
hasil dari pengolahan data diketahui bahwa nilai CR (Critical Ratio)
adalah sebesar 6,416 dengan nilai  P (Probability)
sebesar 0,000. Kedua nilai ini menunjukkan hasil yang memenuhi syarat, yaitu
dibawah 1,96 untuk CR (Critical Ratio) dan diatas 0,05 untuk nilai P (Probability).
Sehingga dapat dapat disimpulkan bahwa hipotesis III pada penelitian ini dapat
diterima

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI MANAJERIAL

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa benar adanya secara
signifikan kepuasan dengan dosen dan kepuasan
dengan fasilitas prodi
berpengaruh terhadap Kualitas kehidupan kampus.
Artikel ini menyimpulkan bahwa berdasarkan hasil análisis dengan SEM dinyatakan
variabel kepuasan dengan dosen merupakan variabel yang paling dominan
mempengaruhi kualitas kehidupan kampus (Quality
of College Life
(QCL)).

Implikasi Kebijakan

Hasil dari temuan penelitian merujuk pada analisis SEM dan indek deskripsi
dapat direkomendasikan beberapa implikasi kebijakan sesuai dengan prioritas
yang dapat diberikan sebagai masukan bagi Perguruan tinggi. Kepuasan dengan
dosen
merupakan variabel berpengaruh dominan atas Kualitas kehidupan
kampus. Berikut ini diuraikan beberapa saran alternatif

a)   
Prioritas utama pada
yang harus dilakukan oleh manajemen prodi yaitu membangun figur dosen yang
dapat menjadi contoh bagi mahasiswa. Saran bagi keterwujudan kedisiplinan
seperti Dosen yang sering terlambat agar lebih disiplin lagi, jika dosen tidak
datang harus memberi kabar. Adanya penghargaan dari profi bagi dosen yang
disiplin dan sanksi nyata dari prodi bagi dosen yang tidak disiplin.

b)  
Kebijakan kepuasan
dengan dosen yang kedua adalah upaya
mengembangkan kualitas kehidupan kampus oleh
manajemen prodi. Bentuk
upaya yang dilakukan manajemen perguruan tinggi pada prodi yaitu bantuan
manajemen, khususnya dosen dalam berkonsultasi mengenai tugas akhir maupun
tugas harian. Selain itu seluruh dosen harus selalu aktif dalam menawarkan
bantuan akademik pada mahasiswa, hal ini dikarenakan Ada beberapa dosen yang
belum aktif membantu akademik. Pada akhirnya dosen harus lebih dekat dengan
mahasiswa.

c)   
Kebijakan ketiga yang disarankan pada manajemen yaitu upaya dosen  untuk menarik perhatian mahasiswa seperti
saat mengajar diselingi intermezo atau candaan. Selain itu dukungan properti
mengajar yang baik akan mendukung dosen dalam mengajar.

Keterbatasan

Beberapa keterbatasaan penelitian ini, di mana hasil penelitian ini
berdasarkan kasus pada Perguruan Tinggi Negeri Di Semarang, sehingga ada
kemungkinan hasil penelitian tidak dapat dipergunakan untuk kasus di luar pada
Perguruan Tinggi Negeri Di Semarang.

Saran Penelitian Yang Akan Datang

Beberapa saran penelitian mendatang yang dapat diberikan dari penelitian
ini antara lain. Penelitian ke depan diharapkan mampu mengembangkan model
penelitian kualitas kehidupan kampus seperti menambahkan kepuasan pada aspek
akademik, dan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Danielsen, Anne G., Oddrun Samdal., and Jørn Hetland (2009),”
School-Related Social Support and Students’ Perceived Life Satisfaction”, The Journal of Educational Research,
March/April [Vol. 102(No. 4)] pg.302-319

Ferdinand, Augusty (2006), Structural Equation Modeling Dalam
Penelitian Manjajemen, Aplikasi Model-Model Rumit Dalam Penelitian Untuk Tesis
Magister & Disertasi Doktor
, Badan Penerbit Universitazs Diponegoro

Pekmezovic, Tatjana.,
Aleksandra Popovic., Darija Kisic Tepavcevic., Tatjana Gazibara., and Mila
Paunic(2011),”  Factors associated with
health-related quality of life among Belgrade University students”, Qual Life Res, Vol. 20:pg.391–397

Petruzzellis, Luca., and Salvatore
Romanazzi (2010), “Educational value: how students choose university Evidence
from an Italian university,” International
Journal of Educational Management
, Vol. 24 No. 2, pg. 139-158

Roberts, Lance W.
(2009), “Measuring school facility conditions: an illustration of the
importance of purpose,” Journal of Educational
Administration
, Vol. 47 No. 3, pg. 368-380

Sirgy, M. Joseph., Dong-Jin Lee., Stephan Grzeskowiak ., Grace B. Yu.,
and,  Dave Webb (2010),”Quality of
College Life (QCL) of Students: Further Validation of a Measure of Well-Being”, Soc Indic Res, Vol. 99:pg.375–390

Xie, Chuanyin., and
Susan D. Steiner, (2013),” Enhancing
Management Education Relevance: Joint Creation Of Knowledge Between Business
Schools And Business
”, Business Education & Accreditation,  Volume 5, Number 2 , pg.1-16

Yu, Grace (Byung-Hee).,
and Dong-Jin Lee (2008) , “A Model of Quality of College Life (QCL) of Students
in Korea “,  Soc Indic Res 87:pg. 269–285

Kingsoft Office Suite Free 2013

Kingsoft Office Suite Free 2013 "Ucapan Terimakasih, selalu saya ucapkan dalam hati, karena kawan telah membaca artikel Kingsoft Office Suite Free 2013. :)" (Click to Zoom) Office suite atau Paket aplikasi Perkantoran merupakan sebuah Paket perangkat lunak yang...

Macam – Macam Windows 7 Edition dan Keterbatasan Masing – Masing

Windows 7 Edition Windows 7, Rilis utama dari Microsoft Windows, Yang tersedia dalam 6 Edisi yang berbeda (Starter , Home Basic , Home Premium, Professional, Enterprise dan Ultimate). Hanya Home Premium, Professional, dan Ultimate yang banyak tersedia di pengecer....

Macam-Macam Perangkat Keras Komputer atau Hardware Beserta Fungsinya

Macam - Macam Perangkat Keras Komputer/Hardware Perangkat Keras Komputer/Hardware adalah komponen-komponen fisik yang membentuk satu kesatuan sistem Personal Computer (PC). Pertama, saya akan sebutkan dan menjelaskan fungsi dari Perangkat keras dalam sebuah...

Software Utilities Terbaik 2014 – Carbon Blog

10 Software Utilities Terbaik 2014 Software utilitas adalah Perangkat lunak sistem yang dirancang untuk membantu menganalisis, mengkonfigurasi, mengoptimalkan atau mempertahankan komputer. Software utilitas biasanya berfokus pada bagaimana infrastruktur komputer...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *