ancaman yang menginspirasi (bagian 1) ~ Akademi Asuransi

Teknologi kini masuk ke sektor asuransi. Teknologi membawa kekuatan inovasi yang akan membawa perubahan sebagaimana kita lihat pada industri perbankan dengan munculnya fintech (financial technology). 

Fintech biasanya diawali sebagai perusahaan start-up yang mencoba untuk memberi warna dalam sektor perbankan. Mereka mendobrak perbankan tradisional dengan memberikan biaya admin yang lebih rendah, meniadakan kebutuhan kantor cabang, dan menggunakan website ataupun aplikasi untuk melakukan transaksi. Dengan mengembangkan produk inovatif dan melakukan digitalisasi, Fintech mulai mengambil dominasi bank tradisional.

Pola yang sama akan terjadi pada industri asuransi. Insurtech mengambil kesempatan untuk mengambil peluang pasar dengan teknologi. Sebagaimana Fintech, Insurtech dapat memperluas inovasi melalui berbagai sektor dan menciptakan berbagai keunggulan kompetitif. Masyarakat semakin mengharapkan proses pembelian asuransi secara mudah dan proses pengajuan klaim yang cepat. Tidak hanya itu, Insurtech diharapkan dapat menciptakan produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Lahirnya Insurtech

Sudah beberapa tahun, Insurtech mewarnai industri asuransi. Berdasarkan data CB Insight, insvestasi terhadap insurtech dimulai pada tahun 2011 sebesar $140 juta. Nilai ini meningkat menjadi $270 juta pada tahun 2013. Di tahun yang sama, beberapa insurtech sukses mendapatkan pendanaan dari berbagai investor. Investasi rata-rata perinsurtech sebesar $5 juta di tahun 2011 menjadi $22 juta di tahun 2015. 

Sebuah analisis dari database Panorama Insurtech dari geografi pendirian perusahaan menunjukkan bahwa meskipun AS telah menjadi pasar perintis untuk insurtech, sekarang hanya 46 persen perusahaan yang berkantor pusat di wilayah dengan yang lain 40 persen berbasis di EMEA. Setelah AS, Inggris dan kemudian Jerman adalah rumah  dari sebagian besar perusahaan insurtech. Wilayah Asia Pacific hanya menyumbang 14 persen dari insurtechs tetapi diharapkan menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat di masa mendatang. Insurtech aktif di semua  produk asuransi dan lini bisnis, dengan konsentrasi di bisnis P&C dan di area pemasaran dan distribusi value chain (Gambar 1).

Cari Asuransi: ASURANSI KEBAKARAN

2.1 Polis Asuransi KebakaranPolis asuransi kebakaran selain harus memenuhi syarat-syarat umum Pasal 256 KUHD, juga harus rnenyebutkan syarat-syarat khusus yang hanya berlaku bagi asuransi kebakaran seperti di dalam Pasal 287 KUHD, Untuk mengetahui semua syarat umum...

Cari Asuransi: REASURANSI

A. Pengertian Reasuransi dan Prinsip-prinsip dalam Hubungan Antara Penanggung dan Penanggung Ulang Dalam Perjanjian ReasuransiBila dalam asuransi telah didapatkan suatu definisi sebagaimana yang termaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Kepailitan pasal 246...

Cari Asuransi: Asuransi Jiwa

2.1 Pengertian Asuransi Jiwa1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992Dalam Undang Nomor 2 Tahun 1992, dirumuskan definisi asuransi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan rumusan yang terdapat dalam Pasal 246 KUHD. Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor...

Kajian Rencana Bisnis – @Cari Asuransi

    Menemukan ide bisnis tanpa mewujudkannya dalam tindakan nyata rasanya sia-sia. Para entrepreneur sukses, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berbisnis tidak usah membuat rencana...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.