EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Makalah

Diajukan Untuk Memenuhi  Salah Satu Tugas Diskusi Semester IV

Program Strata Satu
Fakultas Tarbiyah

Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran

Disusun oleh :

Kelompok II

Kelas  IV C

DIMAS
JANTAKA   : 1241170501086

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

TAHUN 2014

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 
Latar
Belakang

Evaluasi
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran, kita
sering mendengar istilah latihan, ujian, ulangan, middle, quis, Ebtanas, UAN,
dan sebagainya. Kesemuanya itu merupakan jenis-jenis evaluasi, mengapa evalusi
tidak dapat dipisahkan dari sebuah proses pembelajaran untuk menjawab
pertanyaan itu, coba kita perhatikan, proses pembelajaran ibarat sebuah alat
transportasi, tujuan dari pendidikan merupakan tempat tujuan kita, dan evalusi
ibarat argo yang mengukur apakah kita sudah sampai tujuan atau belum, contoh
lain misalnya, pendidik tidak akan tahu apakah materi yang disampaikannya sudah
dikuasai oleh siswanya atau belum tampa adanya evaluasi.

Dalam
pendidikan Islam, tujuan merupakan sasaran ideal yang hendak dicapai. dengan
demikian kurikulum telah di rancang, di susun dan di proses dengan maksimal,
hal ini pendidikan Islam mempunyai tugas yang berat. Di antara tugas itu adalah
mengembangkan potensi fitrah manusia (anak). Untuk mengetaui kapasitas,
kwalitas, anak didik perlu diadakan evaluasi. Dalam evaluasi perlu adanya
teknik, dan sasaran untuk menuju keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

Evaluasi
yang baik haruslah didasarkan atas tujuan pengajaran yang ditetapkan oleh suro
dan kemudian benar-benar diusahakan oleh guru untuk siswa. Betapapun baiknya,
evaluasi apabila tidak didasarkan atas tujuan pengajaran yang diberikan, tidak
akan tercapai sasarannya

1.2 Rumusan Masalah

Dari
pendahuluan diatas, dirumuskan beberapa rumusan masalah yaitu:
1. Apakah Pengertian Evaluasi dan Evaluasi Pembelajaran?

2. Apakah Tujuan dan Fungsi Evaluasi
Pembelajaran?

3. Apa yang menjadi Prinsip-Prinsip
Evaluasi dalam Pembelajaran islam

4. Bagaimanakah Sistem Evaluasi
dalam Pembelajaran Islam?

5. Bagaimana Cara Pelaksanaan
Evaluasi dalam Pembelajaran Islam?

6. Apa yang menjadi Syarat Evaluasi
dalam Pembelajaran Islam?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan pembuatan makalah ini
adalah:

1.      Untuk mengetahui Pengertian Evaluasi dan
Evaluasi Pembelajaran.

2.      Untuk
mengetahui Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran.

3.      Untuk
mengetahui Prinsip-prinsip Evaluasi dalam Pembelajaran Islam.

4.      Untuk
mengetahui Sistem Evaluasi dalam Pembelajaran Islam.

5.      Untuk
mengetahui Cara Pelaksanaan Evaluasi dalam Pembelajaran Islam.

6.      Untuk
mengetahui Syarat Evaluasi dalam Pembelajaran Islam.

BAB II

PEMBAHASAN

  A. Pengertian
Evaluasi

Secara
etimologi kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris: evaluation, akar katanya
value yang berarti nilai atau harga. Nilai dalam bahasa Arab disebut Al- Qimah
atau Al taqdir . Dengan demikian secara harfiah, evaluasi pendidikan al-taqdiir
al tarbawiy dapat diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan mengenai
hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan . Sedangkan secara
terminologi evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan
sesuatu obyek dengan menggunakan intrument dan hasilnya dibandingkan dengan
tolak ukur memperoleh kesimpulan.

Ada beberapa pendapat lain definisi
mengenai evaluasi:

     
a. Bloom

Pengumpulan
kegiatan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kegiatannya terjadi
perubahan dalam diri siswa menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri
pribadi siswa.

b.
Stuffle Beam

Evaluasi
adalah proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna
untuk menilai alternatif keputusan.

Dengan berdasarkan batasan-batasan
tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai
proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (tujuan, kegiatan, keputusan,
unjuk kerja, proses, orang, maupun objek) berdasarkan kriteria tertentu.

 Dalam rangka kegiatan pembelajaran, evaluasi
dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematik dalam menentukan tingkat
pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

 
B. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pendidikan Islam

Tujuan
program evaluasi adalah mengetahui kadar pemahaman anak didik terhadap materi
pelajaran, melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali
materi yang telah diberikan. Selain itu, program evaluasi bertujuan mengetahui
siapa diantara anak didik yang cerdas dan yang lemah, sehingga naik tingkat,
kelas maupun tamat. Tujuan evaluasi bukan hanya tertuju pada anak didik saja,
tetapi juga bertujuan mengevaluasi pendidik, yaitu sejauh mana pendidik
bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan
Islam.

Untuk lebih jelasnya tujuan evaluasi
dapat dirinci menjadi:

1.    Untuk
mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu
proses belajar tertentu.

2.    Untuk
mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa di dalam kelompok      kelasnya.apakah sisiwa tersebut termasuk
kategori lambat sedang atau cepat.

3.    Untuk
mengetahui tingkat usaha yang dilakukan seorang siswa dalam belajar, apakah
menunjukan tingkat usaha yang efisien atau tidak.

4.    Untuk
mengetahui hingga sejauh mana seorang siswa telah mendayagunakan kafasitas
kognitifnya.

5.    Untuk
mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah
digunakan oleh seorang guru dalam proses belajar-mengajar.

Sedangkan
Fungsi evaluasi adalah membantu anak didik agar ia dapat mengubah atau
mengembangkan tingkah lakunya secara sadar, serta memberi bantuan kepadanya
cara meraih suatu kepuasan bila berbuat sebagaimana mestinya. Di samping itu
fungsi evaluasi juga dapat membantu seorang pendidik dalam mempertimbangkan
baik tidaknya metode mengajar, serta membantu mempertimbangkan administrasinya.

Selain
memiliki tujuan, evaluasi belajar juga memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut.
1. Fungsi administratif untuk penyusunan daftar nilai dan pengisian buku raport
2.   Fungsi promosi untuk menetapkan kenaikan atau
kelulusan.

3.
 Fungsi diagnostik untuk mengidentifikasi
kesulitan belajar siswa dan merencanakan        program pengajaran perbaikan (ramedial
teaching).

4.  Fungsi psikologis untuk mengatasi
kekurangmampuan atau ketidakmampuan dalam menilai kemampuan atau kemajuan
dirinya sendiri.

5.  Sumber data BP untuk memasok data siswa
tertentu yang memerlukan simbingan dan penyuluhan (BP).

6.  
Bahan pertimbangan pengembangan kurikulum,metode,dan alat-alat PBM.

7.
Bahan pertimbangan bagi orang tua untuk mengenali hasil usha dan tanggung
jawabnya dalam mengembangkan potensi anaknya.

Menurut
A. Tabrani Rusyan dan kawan-kawan, mengatakan bahwa evaluasi mempunyai beberapa
fungsi, yaitu :

Ø  Untuk
mengetahui tercapainya tidaknya tujuan instruksional secara komprehensif yang
meliputi aspek pengetahuan, sikap dan tingkah laku.

Ø  Sebagai
umpan balik yang berguna bagi tindakan berikutnya dimana segi-segi yang sudah
dapat dicapai lebih ditingkatkan lagi dan segi-segi yang dapat merugikan
sebanyak mungkin dihindari.

Ø  Bagi
pendidik, evaluasi berguna untuk mengatur keberhasilan proses belajar mengajar
bagi peserta didik berguna untuk mengetahui bahan pelajaran yang diberikan dan
di kuasai, dan bagi masyarakat untuk mengetahui berhasil atau tidaknya program-program
yang dilaksanakan.

Ø  Untuk
memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses
belajar mengajar dan mengadakan program remedial bagi murid.

Ø  Untuk
menentukan angka kemajuan atau hasil belajar.

Ø  Untuk
menempatkan murid dalam situasi belajar mengajar yang tpat.

Ø  Untuk
mengenal latar belakang murid yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar.

 
C. Prinsip-prinsip Evaluasi
Pendidikan Islam

Dalam
melaksanakan evaluasi harus memperhatikan berbagai prinsip antara lain:

a.
Keterpaduan

Materi
dan metode pengajaran dan evaluasi merupakan tiga kesatuan terpadu, yang tidak
boleh dipisahkan.

b. Keterlibatan Siswa

Hal
ini berkaitan erat dengan metode belajar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), untuk
mengetahui sejauh mana siswa berhasil dalam kegiatan belajar mengajaar yang
dijalaninya, siswa membutuhkan evaluasi.

c. Koherensi

Evaluasi
yang disajikan harus sesuai dengan ranah kemampuan yang hendak diukur
d. Paedagogis

Evaluasi
yang diterapkan adalah upaya perbaikan sikap dan tingkah laku ditinjau dari
segi paedagogos.

e. Akuntabilitas

Sejauhmana
keberhasilan program pengajaran perlu dissampaikan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban
(accountability)
f. Berkelanjutan

Evaluasi
harus dilakukan secara terus-menurus dari waktu kewaktu, untuk mengetahui
secara menyeluruh perkembangan peserta didik.

g. Menyeluruh

Evaluasi
harus dilakukan secara menyeluruh, yakni mencakup aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik dan meliputi seluruh materi ajar serta berdasarkan pada strategi
dan prusuder penilaian.

h.
Bermakna

i.  Adil
dan objektif

j. Terbuka

k. Ikhlas

l.  Praktis

m. Dicatat dan akurat

 
D. Sistem Evaluasi Dalam
Pendidikan Islam

Sistem
evaluasi dalam pendidikan Islam mengacu pada sistem evaluasi yang digariskan
oelh Allah SWT, dalam al-Qur’an dan di jabarkan dalam as-Sunnah, yang dilakukan
Rasulullah dalam proses pembinaan risalah Islamiyah.

Secara
umum sistem evaluasi pendidikan sebagai berikut :

a.   Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman
terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dihadapi (Q.S. Al-Baqarah/ 2 :
155).

b.   Untuk mengetahui sejauhmana atau sampai
dimana hasil pendidikan wahyu yang telah diaplikasikan Rasulullah saw kepada
umatnya (QS. An Naml/27:40).

c.   Untuk menentukan klasifikasi atau tingkat
hidup keislaman atau keimanan seseorang, seperti pengevaluasian Allah terhadap
nabi Ibrahim yang menyembelih Ismail putra yang dicintainya (QS. Ash
Shaaffat/37:103-107).

d.   Untuk mengukur daya kognisi, hafalan manusia
dan pelajaran yang telah diberikan kepadanya, seperti pengevaluasian terhadap
nabi Adam tentang asma-asma yang diajarkan Allah kepadanya dihadapan para
malaikat (QS. Al-Baqarah/2:31).

e.   Memberikan semacam tabsyir (berita gembira)
bagi yang beraktifitas baik, dan memberikan semacam ‘iqab (siksa) bagi mereka
yang beraktifitas buruk (QS. Az Zalzalah/99:7-8).

f.    Allah SWT dalam mengevaluasi hamba-Nya,
tanpa memandang formalitas (penampilan), tetapi memandang subtansi dibalik
tindakan hamba-hamba tersebut (QS. Al Hajj/22:37).

g.   Allah SWT memerintahkan agar berlaku adil
dalam mengevaluasi sesuatu, jangan karena kebencian menjadikan ketidak
objektifan evaluasi yang dilakukan (QS. Al Maidah/5:8).

  E. Cara Pelaksanaan
/ Teknik Evaluasi

Teknik evaluasi digolongkan menjadi
2 yaitu teknik tes dan teknik non Tes
1. teknik non tes meliputi ; skala bertingkat, kuesioner, daftar cocok,
wawancara,  pengamatan, riwayat hidup.

a.        Rating scale atau skala bertingkat
menggambarkan suatu nilai dalam

 bentuk angka.

   
        Angka-angak diberikan
secara bertingkat dari anggak terendah hingga angkat paling tinggi. Angka-angka
tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan terhadap
angka yang lain.

b.      Kuesioner
adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa kategori.

            Dari
segi yang memberikan jawaban, kuesioner dibagi menjadi kuesioner langsung dan
kuesioner tidak langsung. Kuesioner langsung adalah kuesioner yang dijawab
langsung oleh orang yang diminta jawabannya. Sedangkan kuesiioner tidak
langsung dijawab oleh secara tidak langsung oleh orang yang dekat dan
mengetahui si penjawab seperti contoh, apabila yang hendak dimintai jawaban
adalah seseorang yang buta huruf maka dapat dibantu oleh anak, tetangga atau
anggota keluarganya. Dan bila ditinjau dari segi cara menjawab maka kuesioner
terbagi menjadi kuesioner tertutup dan kuesioner terbuka. Kuesioner tertututp
adalah daftar pertanyaan yang memiliki dua atau lebih jawaban dan si penjawab
hanya memberikan tanda silang (X) atau cek (√) pada awaban yang ia anggap
sesuai. Sedangkan kuesioner terbuka adalah daftar pertanyaan dimana si penjawab
diperkenankan memberikan jawaban dan pendapat nya secara terperinci sesuai
dengan apa yang ia ketahui.

c.       Daftar
cocok adalah sebuah daftar yang berisikan pernyataan beserta dengan

kolom
pilihan jawaban. Si penjawab diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau cek
 (√) pada jawaban yang ia anggap sesuai.

d.      Wawancara,
suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan

      pertanyaan
yang sesuai dengan tujuan informsi yang hendak digali.

      Wawancara
dibagi dalam 2 kategori, yaitu pertama, wawancara bebas yaitu si penjawab
(responden) diperkenankan untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan
yang ia diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. Kedua adalah
wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun pertanyaan pertanyaan
terlebih dahulu yang bertujuan untuk menggiring penjawab pada
informsi-informasi yang diperlukan saja.

e.       Pengamatan
atau observasi, adalah suatu teknik yang dilakuakan dengan

      Mengamati
dan mencatat secara sistematik apa yang tampak dan terlihat sebenarnya.
Pengamatan atau observasi terdiri dari 3 macam yaitu : (1) observasi partisipan
yaitu pengamat terlibat dalam kegiatan kelompok yang diamati. (2) Observasi
sistematik, pengamat tidak terlibat dalam kelompok yang diamati. Pengamat telah
membuat list faktor faktor yang telah diprediksi sebagai memberikan pengaruh
terhadap sistem yang terdapat dalam obejek pengamatan.
f. Riwayat hidup, evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi
mengenai objek evaluasi sepanjang riwayat hidup objek evaluasi tersebut.

      2. Teknik tes. Dalam evaluasi pendidikan
terdapat 3 macam tes yaitu :

a. tes diagnostic

b. tes formatif

c. tes sumatif

6. Jenis-Jenis Penilaian (Evaluasi)

                        Penilaian/Evaluasi ada
beberapa macam:

a.  Penilaian
Formatif, yaitu penilaian untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai oleh para
peserta didik setelah menyelesaikan program dalam satuan materi pokok pada
suatu bidang studi tertentu.

b.  Penilaian
sumatif, yaitu penilaian yang dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik yang
telah selesai mengikuti pembelajaran dalam satu catur wulan/semester.

c.  Penilaian
penempatan (Placement) yaitu penilaian tentang pribadi peserta didik untuk kepentingan
penempatan didalam situasi belajar yang sesuai dengan kondisi peserta didik.

d. Penilaian
diagnostic, yaitu penilaian yang dilakukan terhadap hasil penganalisaan   tentang keadaan belajar peserta didik baik
berupa kesulitan atau hambatan yang ditemui dalam proses pembelajaran.

F.    
Syarat
Evaluasi dalam pendidikan Islam

Bagi
seorang pendidik yang akan melakukan evaluasi hendaknya memperhatikan
syarat-syarat evaluasi, yaitu sebagai berikut:

a.          Pendidik
harus menetapkan dulu segi-segi apa yang akan dinilai sehingga betul betul
terbatasserta dapat member petunjuk bagaimana dan dengan apa segi tersebut
dapat dinilai.

b.      Pendidik
harus menetapkan alat evaluasi yang valid dan realitas yang berarti taraf
ketepatan dan kecepatan tes dengan aspek yang akan dinilai,

c.          Penilaian harus objektif yang berarti
menilai prestasi peserta didiksebagaimana adanya hasil penilaian tersebut harus
betul-betul diolah dengan teliti sehingga dapat ditafsirkan berdasarkan
kriteriayang berlaku.

d.      Alat
evaluasi yang dibuat hendaknya mengandung unsure diagnosis yang artinya dapat
dijadikan bahan untuk mencari kelemahan peserta didik belajar dan pendidik
mengajar.

Selain
itu Syarat-syarat yang dapat digunakan dalam evaluasi pendidikan Islam adalah :

a.          Validity, yaitu pelaksanaan tes harus
berdasarkan hal-hal yang seharusnya dievaluasi, yang meliputi seluruh bidang
tertentu yang diingini dan diselidiki sehingga tidak hanya mencakup satu bidang
saja. Soalsoal tes harus memberi gambaran keseluruhan (representatif) dari kesanggupan
anak mengenai bidang itu.

b.      Reliable,
yaitu tes tersebut dapat dipercayai yakni dengan memberikan ketelitian dan
keterangan tentang kesanggupan anak didik sesungguhnya, soal yang ditampilkan
tidak membawa tafsiran yang bermacam-macam sehingga mudah dimengerti oleh
peserta didik.

c.          Efisiensi, yaitu tes yang dilakukan merupakan
tes yang mudah administrasinya, penilaian dan interpretasinya (penafsirannya).
(Nasution, 1982 : 169). Selain itu, evaluasi yang dilaksanakanharus secara
cermat dan tepat pada sasarannya. Sesuai dengan Alquran surat Al- Insyiqoq (84) ayat 8 :

فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرً ا

“ Maka dia akan
dievaluasi dengan pengevaluasian yang mudah.”

d.      Ta’abbudiyyah
dan ikhlas, yaitu evaluasi yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan pengabdian
kepada Allah Swt. Apabila prinsip ini dilakukan, maka upaya evaluasi
akanmembuahkan kesan husnu zhann (prasangka baik) terjadi perbaikan tingkah
laku secara positif dan menutupi rahasia-rahasia buruk pada diri seseorang.

G.    Sistem
Evaluasi Dalam Pembelajaran Islam

System
evaluasi dalam pembelajaran islam adalah mengacu pada system evaluasi yang
digariskan Allah swt dalam al quran sebagaimana telah dikembangkan oleh Rasul
Nya dalam proses pembinaaan risalah islamiyah,maka secara umum system evaluasi
pembelajaran islam sebagai implikasi paedagogik al quran dan as sunnah itu
adalah sebagai berikut:

a.       Untuk
menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problem kehidupan
yang dihadapi (Q.S al baqarah /2:155)

b.      Untuk
mengetahui sejauh mana atau sampai mana hasil pembelajaran wahyu yang telah
diaplikasikan Rasulullah saw kepada ummatnya (Q.S an naml /27:40)

c.       Untuk
menentukan kualifikasi atau tingkat hidup keislaman atau keimanan seseorang,
seperti pengevaluasian Allah terhadap Nabi Ibrahim yang menyembelih Ismail
putra yang dicintainya. (Q.S. ash-Shaaffat: 103-107).

d.      Untuk
mengukur daya kognisi hafalan dan pelajaran yang telah diberikan kepadanya,
seperti pengevaluasian terhadap Nabi Adam tentang asma-asma yang diajarkan Allah
kepadanya di hadapan para malaikat (Q.S. al-Baqarah 2:31)

e.       Memberikan
bermacam tabsyar (berita gembira) bagi yang beraktivitas baik, dan memberikan
semacam iqob (siksa) bagi mereka yang
beraktifitas buruk (Q.S. 99: 7-8).

Konsep system evaluasi dalam
pembelajaran Islam tesebut harus bersifat menyeluruh, baik dalam hubungan
manusia dengan Allah sebagai pencipta, hubungan manusia dengan manusia lainnya,
hubungan manusia dengan alam sekitarnya, dan hubungan manusia dengan dirinya
sendiri. Spektrum kajian evaluasi dalam pembelajaran Islam, tidak hanya
terkonsentrasi pada aspek kognitif, tetapi justru dibutuhkan keseimbangan
yang  terpadu antara penilaian iman, ilmu
dan amal (Q.S. al-Baqarah / 2: 77). Sebab kepribadian seorang muslim sebagai
manusia paripurna adalah merupakan aktualisasi dari kualitas keimanan, keilmuan
dan amal shalehnya. Kesemua itu merupakan bahan pemikiran bagi pengembangan
system evaluasi dalam pembelajaran Islam. Sedangkan operasionalisasinya di
lapangan dapat saja dilakukan melalui berbagai bentuk evaluasi, test atau non
test, lisan atau tulisan, pre test atau post test dan lain sebagainya.

BAB III
KESIMPULAN

1.    Pengertian
Evaluasi

Dalam
arti luas, penilaian atau evaluasi adalah suatu proses merencanakan,
memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat
alternatif-alternatif keputusan. Sesuai dengan pengertian tersebut, maka setiap
kegiatan penilaian merupakan suatu proses yang sengaja direncanakan untuk
memperoleh informasi atau data dan berdasarkan data tersebut kemudian dicoba
membuat suatu keputusan. Dalam hubungannya dengan kegiatan pembelajaran,
evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat
keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pembelajaran telah dicapai oleh
peserta didik.

2.    Tujuan
dan Fungsi Evaluasi Pendidikan

Tujuan
program evaluasi adalah mengetahui kadar pemahaman anak didik terhadap materi
pelajaran, melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali
materi yang telah diberikan. Selain itu, program evaluasi bertujuan mengetahui
siapa diantara anak didik yang cerdas dan yang lemah, sehingga naik tingkat,
kelas maupun tamat. Tujuan evaluasi bukan hanya tertuju pada anak didik saja,
tetapi juga bertujuan mengevaluasi pendidik, yaitu sejauh mana pendidik
bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan
Islam.

Sedangkan
Fungsi evaluasi adalah membantu anak didik agar ia dapat mengubah atau
mengembangkan tingkah lakunya secara sadar, serta memberi bantuan kepadanya
cara meraih suatu kepuasan bila berbuat sebagaimana mestinya. Di samping itu
fungsi evaluasi juga dapat membantu seorang pendidik dalam mempertimbangkan
baik tidaknya metode mengajar, serta membantu mempertimbangkan administrasinya.

3.    Prinsip-Prinsip
Evaluasi

Dalam
melaksanakan evaluasi harus memperhatikan berbagai prinsip antara lain : keterpaduan,
Keterlibatan Siswa, koherensi, paedagogis, akuntabilitas, berkelanjutan,
menyeluruh, bermakna, adil dan objektif, terbuka, ikhlas, praktis, dicatat dan
akurat

4.    Sistem
Evaluasi dalam Pendidikan Islam

Sistem
evaluasi dalam pendidikan Islam mengacu pada sistem evaluasi yang digariskan
oleh Allah SWT, dalam al-Qur’an dan di jabarkan dalam as-Sunnah, yang dilakukan
Rasulullah dalam proses pembinaan risalah Islamiyah.

5.    Cara
Pelaksanaan Evaluasi Evaluasi dalam Pendidikan Islam

Teknik
evaluasi digolongkan menjadi 2 yaitu teknik tes dan teknik non Tes:

a.      Teknik non tes meliputi ; skala bertingkat,
kuesioner,daftar cocok, wawancara, pengamatan, riwayat hidup.

b.    Teknik
tes. Dalam evaluasi pendidikan terdapat 3 macam tes yaitu :tes diagnostic,  tes formatif, tes sumatif

6.    Jenis-jenis
Evaluasi

         Penilaian/Evaluasi
ada beberapa macam: Penilaian formatif, penilaian sumatif,     penilaian penempatan (Placement), penilaian
diagnostic,

7.    Syarat
Evaluasi dalam Pendidikan Islam

      Bagi seorang pendidik yang akan melakukan
evaluasi hendaknya memperhatikan syarat-syarat evaluasi, yaitu sebagai berikut:
Pendidik harus menetapkan dulu segi-segi apa yang akan dinilai, menetapkan alat
evaluasi, harus objektif, Alat evaluasi yang dibuat hendaknya mengandung unsure
diagnosis.

DAFTAR PUSTAKA

Anas sudion, Pengantar Evaluasi
Pendidikan, (PT. Grafindo Persada, Jakarta,2005)

Ramayulis, Metodelogi Pendidikan Agama Islam, (Kalam Mulia: Jakarta,2002),

http://sutisna.com/psikologi/psikologi-pendidikan/tujuan-dan-fungsi-evaluasi/
http://makalah-ibnu.blogspot.com/2008/10/hakekat-evaluasi-pendidikan-islam.html
Uhbiyati, Nur. Ilmu Pendidikan Islam( Pustak Setia: Jakarta,

Kingsoft Office Suite Free 2013

Kingsoft Office Suite Free 2013 "Ucapan Terimakasih, selalu saya ucapkan dalam hati, karena kawan telah membaca artikel Kingsoft Office Suite Free 2013. :)" (Click to Zoom) Office suite atau Paket aplikasi Perkantoran merupakan sebuah Paket perangkat lunak yang...

Macam – Macam Windows 7 Edition dan Keterbatasan Masing – Masing

Windows 7 Edition Windows 7, Rilis utama dari Microsoft Windows, Yang tersedia dalam 6 Edisi yang berbeda (Starter , Home Basic , Home Premium, Professional, Enterprise dan Ultimate). Hanya Home Premium, Professional, dan Ultimate yang banyak tersedia di pengecer....

Macam-Macam Perangkat Keras Komputer atau Hardware Beserta Fungsinya

Macam - Macam Perangkat Keras Komputer/Hardware Perangkat Keras Komputer/Hardware adalah komponen-komponen fisik yang membentuk satu kesatuan sistem Personal Computer (PC). Pertama, saya akan sebutkan dan menjelaskan fungsi dari Perangkat keras dalam sebuah...

Software Utilities Terbaik 2014 – Carbon Blog

10 Software Utilities Terbaik 2014 Software utilitas adalah Perangkat lunak sistem yang dirancang untuk membantu menganalisis, mengkonfigurasi, mengoptimalkan atau mempertahankan komputer. Software utilitas biasanya berfokus pada bagaimana infrastruktur komputer...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *