IMPLEMENTASI PROCUREMENT KARYAWAN PADA PT ASIA PACIFIC FIBERS TBK KALIWUNGU

ABSTRACT

The  aims 
of  this  study 
is  to  identify 
the  task  of 
Human  Resources  Department   
and    the   implementation
of employees procurement at PT Asia Pacific Fibers Tbk Kaliwungu. This
final   project 
uses  descriptive  qualitative 
method.  The  data  for  this 
final  project  are 
qualitative  and   quantitative
and taken from primary and secondary data source. Data were collected by
doing   observation, 
interview  and  literature 
study.  The  result 
of  the  study 
shows  that      employees 
 procurement  of 
PT  Asia  Pacific 
Fibers  Tbk  Kaliwungu 
refers  to  the 
job  description,  job   specification, 
job  evaluation,  job 
expansion,  and  job 
requirement.  There  are  4  processes 
of   employees procurement at PT Asia Pacific
Fibers Tbk Kaliwungu, namely forecasting and filing   needs  of 
employees,  recruitment,  selection, 
placement  and  induction. 
Implications  of  the   discussion employees procurement at PT Asia
Pacific Fibers Tbk Kaliwungu are in accordance 
 with  the 
theories.  It’s  just 
the  process  of 
selection, employees 
selection  sequence  which 
is  different, but it has the same
core. PT Asia Pacific Fibers Tbk Kaliwungu has its own policy in   relation
to the procurement of employees. In the selection process, PT Asia Pacific
Fibers Tbk   Kaliwungu not perform medical tests. This is
because at the beginning of the job opening, does the company has put a
condition that candidate should attach  a
health certificate from a doctor,   so the company does not perform medical
tests. 

Keywords : implementation, procurement,
recruitment, selection, placement, induction

PENDAHULUAN 

Manajemen
personalia dan sumber daya   manusia 
sangat  penting  bagi 
perusahaan   dalam 
mengelola,  mengatur  dan   memanfaatkan 
karyawan,  sehingga  dapat   berfungsi 
secara produktif  untuk  tercapainya tujuan perusahaan. Manajemen  sumber daya manusia adalah ilmu dan seni  yang 
mengatur  hubungan  dan 
peranan   tenaga 
kerja  agar  efektif 
dalam  membantu  terwujudnya 
tujuan  perusahaan,  karyawan, 
dan  masyarakat  (Hasibuan, 
2009:10).  Unsur manajemen  sumber 
daya  manusia  adalah 
manusia  yang  merupakan 
tenaga  kerja  pada 
perusahaan.  Dengan  demikian, 
fokus  yang  dilakukan 
oleh  manajemen  sumber 
daya  manusia  yaitu  masalah 
yang  berhubungan dengan tenaga
kerja manusia. 

Sumber
daya manusia di perusahaan perlu   dikelola 
secara  profesional  agar 
terwujud  keseimbangan  antara 
kebutuhan  karyawan  dengan 
tuntutan  dan  kemampuan 
organisasi  perusahaan.  Keseimbangan 
 tersebut  merupakan 
kunci  utama  perusahaan 
agar  dapat   berkembang 
secara  produktif  dan 
wajar.  Dengan  pengaturan 
manajemen  sumber  daya 

manusia  secara 
professional,  diharapkan  karyawan 
bekerja  secara  produktif. 
Pengelolaan  karyawan  secara 
professional  ini  harus 
dimulai  sejak  perekrutan 
karyawan,  penyeleksian,  pengklasifikasian  dan 
penempatan  karyawan  sesuai 
dengan  kemampuan. 

Menurut  Hasibuan 
(2009:28),  pengadaan  (procurement)  merupakan 
fungsi  operasional  pertama 
manajemen  sumber  daya 
manusia.  Pengadaan  karyawan 
meliputi peramalan kebutuhan tenaga kerja,  proses 
penarikan  tenaga  kerja, 
seleksi,  penempatan  dan 
orientasi  serta  induksi 
dengan  maksud  untuk 
memperoleh  karyawan  yang  kompeten  sesuai 
dengan

kebutuhan  perusahaan. 
Dalam  melakukan  proses 
pengadaan  calon  karyawan 
perlu dilakukan  dengan  sebaik 
mungkin,  guna  memenuhi 
kebutuhan  perusahaan  akan 
sumber  daya  manusia 
yang  berkualitas.   Sumber  daya 
manusia  yang  berkualitas 
tersebut  akan  mempengaruhi 
masa  depan  perusahaan. 

PT  Asia 
Pasific  Fibers  Tbk, 
yang  sebelumnya dikenal sebagai
Polysindo Eka  Perkasa  memulai 
kegiatannya  pada  tahun 
1984  sebagai  produsen 
dan  pemasar  chip 
polyester, serat dan benang filamen dengan  mendirikan 
pabrik  benang  filamen 
di  Kendal,  Jawa 
Tengah,  Indonesia.  Human 
Resources  Department  pada 
PT  Asia  Pacific 
Fibers  Tbk  Kaliwungu 
mempunyai  tugas-tugas  penting 
yang  berhubungan  dengan 
karyawan,  salah  satunya 
yaitu  untuk melaksanakan
pengadaan karyawan.   Pengadaan 
karyawan  yang  baik 
harus  didasarkan oleh  beberapa hal yang meliputi  analisis 
pekerjaan,  uraian  pekerjaan, spesifikasi  pekerjaan, 
evaluasi  pekerjaan,  penyerderhanaan  pekerjaan, 
perluasan 

pekerjaan dan
persyaratan pekerjaan. 

 

 TINJAUAN PUSTAKA 

Karyawan  adalah 
penjual  jasa  (pikiran 
dan  tenaganya)  dan 
mendapat  kompensasi 

yang  besarnya 
telah  ditetapkan  terlebih 
dahulu  (Hasibuan,  2009:12). 
Karyawan  merupakan  kekayaan 
utama  suatu   perusahaan,  karena 
tanpa  keikutsertaan  karyawan, 
aktivitas  perusahaan  tidak 
akan  terjadi.  Karyawan 
berperan  aktif  dalam  menetapkan  rencana, sistem,  proses 
dan  tujuan yang ingin
dicapai. 

Ruang  Lingkup 
Kerja  Manajemen Sumber Daya
Manusia 

Manajemen  merupakan 
ilmu  dan  seni 
mengatur  proses  pemanfaatan 
sumber  daya manusia  dan 
sumber-sumber  daya  lainnya 
secara  efektif  dan 
efisien  untuk  mencapai 
suatu  tujuan  tertentu 
(Hasibuan,  2009:9).  Unsur 
sumber  daya  manusia 
adalah  manusia  yang merupakan  tenaga 
kerja  pada  perusahaan. 
Manusia  selalu  berperan 
aktif  dan  dominan 
dalam  setiap  kegiatan organisasi. 

Manajemen  sumber 
daya  manusia  merupakan 
ilmu  dan  seni 
mengatur  hubungan  dan 
peranan  tenaga  kerja 
agar  efektif  dan 
efisien  membantu  terwujudnya 
tujuan  perusahaan,  karyawan, 
dan  masyarakat  (Hasibuan, 
2009:10).  Manajemen  sumber 
daya  manusia  mengatur tenaga kerja manusia sedemikian  rupa sehingga terwujud tujuan
perusahaan,  karyawan dan
masyarakat. 

Pengadaan
Karyawan 

Pengadaan  karyawan 
merupakan  langkah  pertama 
dan  yang  mencerminkan 
berhasil 

tidaknya  suatu 
perusahaan  mencapai  tujuan. 
Jika  karyawan  yang 
diterima  kompeten,  maka 
usaha  untuk  mewujudkan 
tujuan  relatif  mudah. 
Sebaliknya,  apabila  karyawan yang diperoleh kurang memenuhi  syarat, 
sulit  bagi  perusahaan 
mencapai  tujuannya (Hasibuan,
2009:28).   Menurut 
Martoyo  (2000:21),  pengadaan 
tenaga  kerja  dimaksudkan 
untuk  memperoleh  jumlah 
dan  jenis  tenaga 
kerja  yang  tepat 
untuk  memenuhi  kebutuhan 
tenaga  kerja  yang 
dibutuhkan  guna  mencapai 
tujuan  organisasi.  Tujuan 
ini  terutama  menyangkut 
tentang  penentuan  kebutuhan 
tenaga  kerja  dan 
penarikannya,  seleksi dan
penempatannya. 

Pengadaan  karyawan 
harus  mendapatkan  perhatian yang serius serta didasarkan hal-
hal sebagai berikut: 

1.       
Analisis  pekerjaan 
(job  analysis) 

merupakan  suatu 
proses  untuk  mempelajari 
dan  mengumpulkan  berbagai 
informasi  yang  berhubungan 
dengan berbagai operasi dan kewajibansuatu  pekerjaan 
(Ranupandojo  dan  Husnan, 2008:24). 

2.       
Uraian  pekerjaan 
(job  description) 

adalah 
informasi  tertulis  yang 
menguraikan  tugas  dan 
tanggung  jawab,  kondisi 
pekerjaan,  hubungan  pekerjaan 
dan  aspek-aspek  pekerjaan 
pada  suatu  jabatan 
tertentu  dalam  organisasi (Hasibuan, 2009:33). 

3.       
Spesifikasi  pekerjaan 
(job  specification) 

disusun 
berdasarkan  uraian  pekerjaan 
dengan  menjawab  pertanyaan 
tentang  ciri, karakteristik,  pendidikan, 
pengalaman  dan  yang 
lainnya  dari  orang 
yang  akan melaksanakan  pekerjaan 
tersebut  dengan  baik.   Spesifikasi 
pekerjaan  menunjukkan  persyaratan 
orang  yang  akan 
direkrut  dan menjadi dasar untuk
melaksanakan  seleksi. 

4.       
Evaluasi  Pekerjaan 
(job  evaluation) 

adalah 
deskripsi  pekerjaan  dan 
persyaratan-persyaratan  yang  diinginkan 
dapat  dinilai  untuk 
menentukan  harganya.  Dengan 
demikian  tiap-tiap  jabatan 
akan  diberikan  penghargaan 
yang  layak  (Ranupandojo dan Husnan, 2008:30). 

5.       
Penyederhanaan  pekerjaan 

adalah 
penggunaan  logika  untuk 
mencari  penggunaan yang paling
ekonomis dari  usaha  manusia, 
materi,  mesin-mesin,  waktu dan ruangan agar cara-cara yang  paling 
baik  serta  paling 
mudah  dalam  mengerjakan 
pekerjaan  dapat  digunakan (Hasibuan, 2009:36). 

6.       
Perluasan  pekerjaan 

adalah 
perluasan  pekerjaan  dan 
tanggung  jawab  secara 
vertikal  yang  akan 
dikerjakan  seorang  pejabat 
dalam  jabatannya.  Perluasan 
pekerjaan  ini  merupakan 
suatu  perubahan  yang 
direncanakan  (planned-change)  pada  berbagai 
kegiatan  pekerjaan  untuk 
memberikan  variasi yang lebih
besar kepada seorang  karyawan  yang 
mempunyai  pengetahuan  dan 
ketrampilan  lebih  (Hasibuan, 2009:38). 

7.       
Persyaratan  pekerjaan 

adalah 
persyaratan-persyaratan 
jabatan  tentang  ketrampilan 
yang  dikehendaki  (Hasibuan, 2009:38).  Setelah 
diketahui  uraian  pekerjaan, 
spesifikasi  pekerjaan,  evaluasi 
pekerjaan,  persyaratan  pekerjaan dan lainnya maka barulah kita  melakukan 
penarikan  karyawan  yang 
akan  mengisi  lowongan-lowongan  yang 
kosong dalam perusahaan tersebut. 

Langkah-langkah
Pengadaan Karyawan
 

1).  Peramalan Kebutuhan Karyawan 

Peramalan
kebutuhan karyawan sangat  erat  hubungannya 
dengan  peramalan  kondisi perusahaan di masa yang akan  datang. 
Banyak  sedikitnya  masing- masing jenis karyawan  yang diperlukan  akan 
tergantung  ada  prospek 
ekonomi  perusahaannya  dan 
kebijaksanaan  perusahaan  dalam 
melakukan  investasi  peralatan 
atau  mesin-mesin  yang 
akan  dipakai  dalam 
produksinya  (Ranupandojo dan
Husnan, 2008:31). 

2).   Penarikan
karyawan (recruitment) 

Penarikan  adalah 
usaha  mencari  dan 
mempengaruhi  tenaga  kerja, 
agar  mau  melamar lowongan pekerjaan yang ada  dalam 
suatu  perusahaan  (Hasibuan, 
2009:40).  Menurut  Andrew 
E.  Sikula  dalam 
Mangkunegara  (2009:33),  penarikan 
pegawai  adalah  tindakan 
atau  proses  dari 
suatu  usaha  organisasi 
untuk  mendapatkan  tambahan 
pegawai  untuk  tujuan operasional. 

3).  Seleksi (selection) 

Seleksi  adalah 
serangkaian  langkah  kegiatan 
yang  dilaksanakan  untuk 
memutuskan  apakah  seseorang 
pelamar  diterima  atau 
ditolak,  dalam  instansi 
tertentu  setelah  menjalani 
serangkaian  tes  yang 
dilaksanakan  (Teguh dan Rosidah,
2003:151).

Untuk  mendapatkan 
karyawan  yang  sesuai 
dengan  kebutuhan  perusahaan, 
menurut Ranupandojo  dan  Husnan 
(2008:45),  perusahaan  harus 
melakukan  langkah-langkah  seleksi 
sebagai berikut: 

1)  Wawancara Pendahuluan 

Semakin  tidak 
selektif  suatu  program 
penarikan,  semakin  diperlukan wawancara pendahuluan.  Pada 
tahap  ini  biasanya 
mudah  dinilai  cara 
penampilan  dan  kemampuan 
berbicara.  Para  pelamar 
akan  ditanya  tentang 
mengapa  mereka  melamar 
pekerjaan  tersebut  dan 
mungkin  juga  tentang 
besarnya  gaji  yang 
diinginkan.  Pendidikan  dan 
pengalaman  bisa  diketahui 
dengan  menanyakan ijazah sekolah
terakhir  yang  dimiliki 
dan  nama  pekerjaan  atau jabatan yang pernah dipegang.    Apabila
pelamar nampak memenuhi 

persyaratan,  maka 
dilanjutkan  pada  tahap kedua. 

2)  Pengisian Blanko Lamaran 

Penggunaan  blanko 
atau  formulir  lamaran 
ini  terutama  dimaksudkan 
agar  memperoleh  informasi 
atau  data  yang 
lengkap  dari  para 
calon  karyawan.  Walaupun 
demikian 
pertanyaan-pertanyaan  yang  dapat 
menyinggung  kesukuan  atau 
kepercayaan  sebaiknya  tidak 
digunakan. 

3)  Pemeriksaan Referensi 

Penggunaan  surat-surat 
referensi  masih  menjadi 
bahan  perdebatan.  Sebagian 
menyatakan  tidak  bermanfaat, 
sebagian  menyatakan  bermanfaat. 
Yang  tidak  bermanfaat 
menyatakan  karena  berdasarkan 
pengalaman  ternyata  sangat 
jarang  untuk memperoleh referensi
tersebut 

bisa  di  cek  kebenarannya, 
akan  sangat  bermanfaat 
untuk  dibandingkan  dengan 
hasil  test  dan 
wawancara. 

4)  Tes Psikologis 

Tidak  semua 
perusahaan  menggunakan  tes 
psikologis  ini,  meskipun 
nampaknya  ada 

hubungan  antara 
besarnya  perusahaan  dengan 
tes  yang  dilakukan. 
Perusahaan-perusahaan 

besar  umumnya 
menaruh  perhatian  pada 
tes  ini,  sedangkan 
untuk  perusahaan-perusahaan  kecil 
lebih  menekankan wawancara. 

5)  Wawancara 

Mungkin  hanya 
sedikit  perusahaan  yang 
menarik  tenaga  kerja 
tanpa  melakukan wawancara.  Wawancara 
merupakan  metode  yang 
kadang- kadang  berbahaya  untuk 
menilai 

seseorang.  Meskipun 
demikian,  apabila  perusahaan 
hanya  membatasi  pada 
suatu  metode 

penarikan,  maka 
wawancara  yang  akan banyak dipilih. 

6)  Persetujuan atasan langsung 

Bagi 
para  calon  karyawan 
yang  sudah  lolos 
dari  langkah-langkah  sebelumnya, 
maka sampailah  pada  langkah 
ini.  Wawancara  dengan 
atasan  langsung.  Calon 
karyawan  akan  berhadapan 
langsung  dengan  pihak pengguna (user). 

7)  Pemeriksaan kesehatan 

Langkah 
ini  biasa  dilakukan 
oleh  berbagai  perusahaan. 
Pemeriksaan  kesehatan  bisa dipercayakan  pada 
dokter  di  luar 
perusahaan,  tetapi  sering 
juga  dilakukan  khusus 
oleh  dokter  perusahaan, 
terutama  untuk  jenis-jenis 
pekerjaan  yang  memerlukan 
persyaratan  fisik  yang 
berat.  Pemeriksaan  kesehatan 
juga  dimaksudkan  untuk 
mencegah  terhadap kemungkinan  memperoleh 
karyawan  yang  sering 
sakit,  sehingga  perusahaan 
terpaksa  mengeluarkan  biaya 
pengobatan  yang  tinggi 
(Ranupandojo  dan  Husnan, 2008:49). 

Penempatan,  Orientasi 
dan  Induksi  Karyawan 

Penempatan  (placement)  karyawan 
adalah  tindak  lanjut 
dari  seleksi  yaitu, 
menempatkan  calon  karyawan 
yang  diterima (lulus seleksi)
pada pekerjaan atau  jabatan  yang 
membutuhkannya  dan  sekaligus mendelegasikan authority
kepada  orang  tersebut. 
Pada  tahap  ini 
karyawan  akan  ditentukan 
perkerjaan  atau  jabatan 
yang akan didapat ketika bekerja nantinya. 

Orientasi  dan 
bagi  karyawan  baru 
harus  dilaksanakan  untuk 
menyatakan  bahwa  seseorang 
betul-betul  diterima  menjadi 
karyawan yang akan bekerja sama dengan 
karyawan  lain  pada 
perusahaan  itu.   Sedangkan  induksi 
karyawan  adalah  kegiatan 
untuk  mengubah  perilaku 
karyawan  baru  supaya 
menyesuaikan  diri  dengan 
tata  tertib  perusahaan 
(Hasibuan,  2009:64).  

METODOLOGI
PENELITIAN 

Metode  pengumpulan 
data  merupakan  serangkaian metode yang digunakan untuk 

mempelajari  suatu 
obyek  tertentu.  Adapun 
metode pengumpulan data yang digunakan 

adalah : 

a.  Metode Wawancara (Interview) 

Wawancara  adalah 
usaha  untuk  mengumpulkan 
informasi  dengan  mengajukan 
sejumlah  pertanyaan  secara lisan untuk dijawab secara lisan  pula (Sumarsono, 2004:70).  Untuk 
mendapatkan  informasi  yang 
lebih  jelas,  diadakan 
tanya  jawab  langsung 
dengan  supervisor  pada 
departemen  Learning  & 
Development  dan  supervisor 
pada  departemen 

Industrial  Relation 
berdasarkan  daftar  pertanyaan 
yang  telah  disusun 
sebelumnya. 

b.  Metode Observasi 

Observasi  merupakan 
teknik  atau  pendekatan 
untuk  mendapatkan  data 
primer  dengan  cara 
mengamati  langsung  objek 
datanya  (Jogiyanto,  2007:90). 

Observasi  dilakukan 
dengan  cara  mengadakan 
pengamatan  secara  langsung 
dan  mencatat  hal-hal 
penting  yang  diperoleh 
selama  melakukan  pengamatan 
terhadap  pelaksanaan  pengadaan 
karyawan  pada  PT 
Asia  Pacific Fibers Tbk
Kaliwungu. 

c.  Metode Studi Pustaka 

Studi  pustaka 
adalah  teknik  pengumpulan 
data  melalui  studi 
pustaka.  Berbagai  kegiatan 
riset  telah  banyak 
dilakukan  lembaga  sehingga 
sebenarnya telah tersedia cukup banyak 
data  mengenai  banyak 
aspek.  Data- data  ini 
dikumpulkan  kembali  untuk 
digunakan  dalam  kerangka 
riset  yang  berbeda (Sumarsono, 2004:73).  

Untuk  menambah 
dan  memperluas  pengetahuan 
serta  untuk  melengkapi 
data  yang  diperoleh, 
dilakukan  studi  pustaka 
yaitu  membaca  dan 
mencatat  informasi  yang 
ada  pada  buku-buku 
yang  berkaitan  dengan 
masalah  yang  akan dibahas seperti buku-buku tentang  Manajemen Sumber Daya Manusia dan  buku-buku 
tentang  Ketenagakerjaan. 

Jadi  pengumpulan 
data  dilakukan  di 
perpustakaan  atau  di 
tempat  lain  yang 

tersimpan
buku-buku serta sumber data 
lainnya. 

PEMBAHASAN 

Proses  atau 
Langkah-langkah  Pengadaan
Karyawan 

Salah  satu 
tugas  Human  Resources 
Department  pada  PT 
Asia  Pacific  Fibers 
Tbk  Kaliwungu  adalah 
melakukan  pengadaan  karyawan 
dengan  cara  mengganti, 
mempromosikan,  atau  memindahkan. 
Proses  atau  langkah- langkah  pengadaan 
karyawan  adalah  sebagai berikut: 

1).  Peramalan 
dan  Pengajuan 

Kebutuhan
Karyawan  Peramalan  dan 
pengajuan  kebutuhan  karyawan dilakukan oleh Department Head  secara 
tertulis  kepada  Human  Resources  Department. 
Dasar-dasar  peramalan  kebutuhan 
karyawan  adalah  sebagai 
berikut: 

1)  Jumlah produksi.  

2)  Perencanaan karir.  

3)  Kekosongan jabatan.  

Untuk  penambahan  karyawan 
membutuhkan  persetujuan  dari 
direktur  sedangkan  untuk 
penggantian  karyawan  membutuhkan 
persetujuan  dari  Human 
Resources  Department  Function 
Head.  Pengajuan  kebutuhan 
karyawan  tersebut  harus meliputi informasi sebagai berikut: 

1)  Penggantian 
atau  penambahan  karyawan 

2)  Alasan 
penggantian  atau  penambahan 
karyawan 

3)  Nama jabatan 

4)  Spesifikasi jabatan 

2). Rekruitmen
Karyawan 

Rekruitmen  karyawan 
adalah  proses  mencari, 
menemukan,  mengajak  dan menetapkan  sejumlah 
orang  dari  dalam 
maupun dari luar perusahaan sebagai calon  karyawan dengan  karakteristik 
tertentu  seperti  yang 
telah  ditetapkan  dalam 
perencanaan  sumber  daya 
manusia.  Hasil  yang 
didapatkan  dari  proses 
rekruitmen  adalah  sejumlah 
karyawan  yang  akan 
memasuki proses seleksi. Proses seleksi ini  mempunyai tujuan adalah sebagai berikut: 

a)   Memastikan  bahwa 
PT  Asia  Pacific 
Fibers  Tbk  Kaliwungu 
merekrut  karyawan  yang 
memiliki  ketrampilan  yang 
dapat  menjadi  aset 
positif  bagi  perusahaan dan memiliki potensi. 

b)    Untuk  menjaga 
dan  meningkatkan 

konsistensi  prosedur 
rekrutmen,  proses  wawancara, dan evaluasi para pelamar.  Dalam 
tahap  ini  Human 
Resources  Department  pada 
PT  Asia  Pacific 
Fibers  Tbk  Kaliwungu 
menginformasikan  posisi-
posisi  jabatan  yang 
dibutuhkan  dengan menggunakan  sumber-sumber 
penarikan  sebagai berikut: 

1)   Memasang  iklan 
kebutuhan  tenaga  kerja 
pada  media  massa, 
seperti  koran  Suara Merdeka dan koran Kompas. 

2)   Memasang  iklan 
kebutuhan  tenaga  kerja melalui website atau internet pada  Jobstreet 
dengan  alamat  www.jobstreet.co.id. 

3)   Memasang  iklan 
kebutuhan  tenaga  kerja 
di  sekolah  seperti 
SMK  1  Kendal 
dan  SMK  Texmaco 
Semarang,  Departemen  Tenaga 
Kerja  Provinsi  Jawa 
Tengah  dan  Departemen 
Tenaga  Kerja Kabupaten
Kendal. 

4)   Mengikuti  Job 
Fair  yang  diadakan 
di  Universitas  Dian 
Nuswantoro  dan  SMK  7
Semarang. 

5)   Membuka  kesempatan 
untuk  keluarga  maupun rekan dari karyawan.  

6)   Memasang  pengumuman 
di  tempat- tempat  strategis 
di  dalam  perusahaan 
seperti  papan  pengumuman 
di  depan  kantin, 
papan  pengumuman  di 
pos  satpam  dan 
papan  pengumuman  di 
depan setiap departemen. 

7)   Memeriksa  lamaran 
kerja  yang  sudah  masuk di perusahaan. 

3). Seleksi 

Seleksi  adalah 
proses  pemilihan  calon 
karyawan  dengan  metode 
tes  sesuai  dengan 
kriteria  yang  dibutuhkan, 
meliputi  standar  pendidikan, 
pengalaman,  potensi,  perilaku 
dan  kompetensi  sesuai 
dengan  kebutuhan  tenaga 
kerja  yang  telah 
mendapatkan  persetujuan  dengan 
kebutuhan organisasi. Pada PT Asia Pacific  Fibers 
Tbk  Kaliwungu  ada 
beberapa  tahap  seleksi 
yang  dilakukan  adalah 
sebagai 

berikut: 

1)  Seleksi Administrasi 

Departemen  Learning 
&  Development  mendapatkan 
beberapa  lamaran  kerja 
yang  masuk  pada 
perusahaan,  maka  akan 
dilakukan  seleksi  administrasi 
terlebih  dahulu  dengan 
menggunakan  panduan  form 
kualifikasi  persyaratan  jabatan 
yang  telah  disusun 
oleh  departemen  Learning 
&  Development  atas usulan departemen terkait (Form R  001) dan form seleksi persyaratan dasar  (Form R 002). 

2)  Pemanggilan Calon Karyawan 

Departemen  Learning 
&  Development  akan 
melakukan  pemanggilan  calon 
karyawan  yang  lolos 
seleksi  administrasi  untuk 
melaksanakan  seleksi  selanjutnya 
pada  tanggal  yang 
telah ditentukan melalui telepon maupun 
email.  Staf  Learning 
&  Development  menyiapkan alat-alat penguji, meliputi: 

a)  Tes  Itelligence 
Quotient
  (IQ) 

menggunakan  Plus 
32  yang  menunjukkan 
kemampuan  pelamar  untuk 
memecahkan  masalah  dengan 
menggunakan  logika  dan 
penalaran.  

b)  Tes Personality menggunakan DISC 

(Dominance,  Influence, 
Steadiness,  Conscientiousness)
.  Tes 
ini  digunakan  untuk 
menentukan  kecocokan  sifat-sifat 
setiap  individu  dengan profil pekerjaan. 

c)  Tes 
buta  warna  untuk 
memastikan 

calon 
karyawan  tidak  mempunyai 
cacat buta warna. 

d)  Tes 
kemampuan  Bahasa  Inggris 

untuk 
level  Sub  Section 
Head  ke  atas. 

3)  Pengisian 
formulir  lamaran  kerja 
dan  pelaksanaan tes 

Dalam  proses 
seleksi  ini  peserta 
tes  diharapkan  hadir 
30  menit  sebelum 
pelaksanaan  tes.  Adapun 
tahap-tahap  tes adalah sebagai
berikut: 

a)       
Peserta 
mengisi  formulir  lamaran 
kerja (Form R 003). 

b)       
Pelaksanaan  tes 
seleksi  dilakukan  berturut-turut  yaitu: 
tes  Itelligence  Quotient (IQ) menggunakan Plus 32  dengan 
waktu  45  menit, 
tes  Personality  menggunakan 
DISC  (Dominance,  Influence, 
Steadiness, 
Conscientiousness)  dengan  waktu 
15  menit,  tes 
buta  warna  dengan 
waktu 5 menit, dan tes kemampuan 
Bahasa  Inggris  dengan 
waktu  90  menit.

PT  Asia 
Pacific  Fibers  Tbk 
Kaliwungu memiliki kebijakan sendiri 
dalam kaitannya  dengan  pelaksanaan 
pengadaan  karyawan.   Pada  proses 
seleksi  ini  PT 
Asia  Pacific  Fibers 
Tbk  Kaliwungu  tidak 
melakukan  tes  kesehatan. 
Hal  ini  disebabkan 
karena  pada  saat 
awal  membuka  lowongan 
pekerjaan,  perusahaan  sudah 
mencantumkan  salah satu syarat
yaitu melampirkan  surat  keterangan 
sehat  dari  dokter, 

sehingga  perusahaan 
tidak  melakukan tes
kesehatan.  Staf  Learning 
&  Development  membuat 
analisa  hasil  tes 
seleksi  calon  karyawan. 
Hasil  tes  seleksi 
tersebut  di  buat  dengan  menggunakan 
form  rekapitulasi  dan 
rekomendasi  (Form  004). 
Standar  nilai  minimal 
untuk  masing-masing  tes adalah sebagaimana Tabel 1.

Hasil tes seleksi diumumkan melalui pengumuman yang ditempel di papan
pengumuman depan kantor Learning &
Development
, melalui telepon atau email. Kemudian Staf Learning & Development akan memberitahukan jadwal seleksi
selanjutnya.

Tahap seleksi selanjutnya yaitu wawancara awal dengan Human Resources Department. Calon
karyawan akan mendapatkan pertanyaan untuk menggali kompetensi dan pertanyaan
lain mengenai kekaryawanan dengan menggunakan form interview Human Resources Department (Form R 005). Human Resources Department bertanggungjawab
terhadap pertanyaan dan negosiasi mengenai gaji calon karyawan

Jika wawancara awal berhasil, maka pada hari yang sama calon karyawan
akan dikirimkan ke departemen user
untuk wawancara dengan menggunakan  form interview user (Form R 006) bersama
dengan catatan hasil wawancara awal. Proses wawancara user dilakukan oleh Sub
Section Head, Section Head
atau Department
Head
untuk jabatan operator. Section Head atau Department Head untuk jabatan Sub
Section Head
. Department Head atau
Function Head untuk jabatan Sub Section Head. Function Head untuk
jabatan Departmen Head. Direktur
untuk jabatan Function Head.

Setelah calon karyawan melaksanakan wawancara user, maka pewawancara akan membuat laporan hasil tes wawancara
dengan menggunakan form hasil akhir proses seleksi dan wawancara (Form R 007).

Proses terakhir yaitu Departmen
Head
yang mengajukan kebutuhan karyawan akan membahas hasil wawancara
dengan Learning & Development
Department
. Hasil tes wawancara user akan diberitahukan langsung kepada
calon karyawan melalui email atau telepon.

Penempatan adalah proses pemberian tugas dan tanggung jawab untuk
menempati suatu posisi tertentu dalam organisasi perusahaan sesuai dengan kualifikasi
yang dibutuhkan. Proses penempatan dan induksi karyawan pada PT Asia Pacific
Fibers Tbk Kaliwungu adalah sebagai berikut:

1)       
Staf Learning & Development memastikan
bahwa hasil user terakhir telah
disetujui oleh Function Head yang
mengajukan kebutuhan tenaga kerja dan Human
Resources Department Function Head.
Staf Learning & Development akan melakukan pemanggilan kerja calon
karyawan yang lolos tes wawancara user
pada tanggal 23 untuk staf dan pada hari Senin untuk operator.

2)       
Industrial Relation Department akan melakukan perjanjian kerja dengan calon karyawan.
Pada proses ini calon karyawan akan diberikan buku Perjanjian Kerja Bersama
untuk dibaca dan menandatangani surat perjanjian kerja.

3)       
Staf Learning & Development memastikan
data karyawan baru sudah dikirim oleh Industrial
Relation Department
ke HCMS (Human Control Management System), Departemen
terkait dan Departemen Accounting,
Lembaga Asuransi Sosial dan Asuransi Kesehatan.

4)       
Staf Learning & Development memastikan
perlengkapan atau fasilitas kerja sudah disiapkan sesuai dengan jabatannya.

5)       
Karyawan baru
akan melakukan proses induksi, untuk jabatan staf selama 8 hari dan untuk
jabatan operator selama 4 hari. Materi yang akan disampaikan dalam proses
induksi ini adalah profil perusahaan dan profil pekerjaan. Setelah proses
induksi berakhir, maka karyawan akan diserahkan pada departemen masing-masing.
Dengan diserahkannya karyawan pada departemen masing-masing, maka karyawan
sudah menjadi tanggung jawab departemen tersebut.

Berdasarkan
hasil pembahasan pelaksanaan pengadaan karyawan pada PT Asia Pacific Fibers Tbk
dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia diperlukan bagi
perusahaan. Pengadaan karyawan yang dilakukan oleh PT Asia Pacific Fibers Tbk
Kaliwungu didasarkan atas jumlah produksi, perencanaan karier karyawan dan
kekosongan jabatan. PT Asia Pacific Fibers Tbk Kaliwungu mengadakan pengadaan
karyawan pada saat membutuhkan karyawan saja.

Pertimbangan
dalam proses pengadaan pada PT Asia Pacific Fibers Tbk Kaliwungu adalah uraian pekerjaan
(job description), spesifikasi
pekerjaan (job specification),
evaluasi pekerjaan (job evaluation),
perluasan pekerjaan dan persyaratan pekerjaan.
Sedangkan langkah-langkah pengadaan karyawan pada PT Asia Pacifi Fibers
Tbk Kaliwungu yaitu:

1)     
Peramalan dan
pengajuan kebutuhan karyawan yang didasari oleh jumlah produksi, perencanaan
karir dan kekosongan jabatan.

2)     
Rekruitmen
karyawan dengan menggunakan sumber-sumber penarikan dari dalam maupun luar
perusahaan.

3)     
Proses seleksi
yang terdiri dari seleksi administrasi, pemanggilan calon karyawan,  pengisian formulir lamaran kerja dan
pelaksanaan tes, wawancara awal, wawancara atasan langsung, dan keputusan
diterima atau ditolak.

4)     
Penempatan dan
induksi karyawan.

Amirullah,  dan 
Haris  Budiyono.2004. 
Pengantar  Manajemen.
  Yogyakarta: Graha Ilmu 

Hasibuan,  Malayu 
S.P.  2009.  Manajemen  Sumber 
Daya  Manusia
.  Bandung: 
PT Remaja Rosdakarya 

Jogiyanto.  2007.  Metodologi 
Penelitian  Bisnis  Salah 
Kaprah  dan  Pengalaman-pengalaman.
  Yogyakarta: BPFE 

Mangkunegara,  Anwar 
Prabu.  2009.  Manajemen
Sumber Daya Manusia  Perusahaan
.  Bandung: 
PT  Remaja  Rosdakarya 

Martoyo, Susilo.
2000. Manajemen Sumber  Daya 
Manusia
.  Yogyakarta:  BPFE-

Narbuko,  Cholid 
dan  Abu  Achmadi. 
2003.  Metodologi  Penelitian.  Jakarta: 
PT 

Ranupandojo,  Heidjachman 
dan  Suad  Husnan. 
2008.  Manajemen  Personalia. Yogyakarta:  BPFE- Yogyakarta 

Sumarsono,  Sonny. 
2004.  Metode  Riset  Sumber 
Daya  Manusia
.  Yogyakarta: Graha Ilmu 

Sunarto. 
2005.  Manajemen  Karyawan.  Yogyakarta: 
AMUS  Yogyakarta  & 
Aditya Media Yogyakarta 

Kingsoft Office Suite Free 2013

Kingsoft Office Suite Free 2013 "Ucapan Terimakasih, selalu saya ucapkan dalam hati, karena kawan telah membaca artikel Kingsoft Office Suite Free 2013. :)" (Click to Zoom) Office suite atau Paket aplikasi Perkantoran merupakan sebuah Paket perangkat lunak yang...

Macam – Macam Windows 7 Edition dan Keterbatasan Masing – Masing

Windows 7 Edition Windows 7, Rilis utama dari Microsoft Windows, Yang tersedia dalam 6 Edisi yang berbeda (Starter , Home Basic , Home Premium, Professional, Enterprise dan Ultimate). Hanya Home Premium, Professional, dan Ultimate yang banyak tersedia di pengecer....

Macam-Macam Perangkat Keras Komputer atau Hardware Beserta Fungsinya

Macam - Macam Perangkat Keras Komputer/Hardware Perangkat Keras Komputer/Hardware adalah komponen-komponen fisik yang membentuk satu kesatuan sistem Personal Computer (PC). Pertama, saya akan sebutkan dan menjelaskan fungsi dari Perangkat keras dalam sebuah...

Software Utilities Terbaik 2014 – Carbon Blog

10 Software Utilities Terbaik 2014 Software utilitas adalah Perangkat lunak sistem yang dirancang untuk membantu menganalisis, mengkonfigurasi, mengoptimalkan atau mempertahankan komputer. Software utilitas biasanya berfokus pada bagaimana infrastruktur komputer...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *