KAJIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MAHASISWA ATAS PEMILIHAN STUDI PADA PROGRAM STUDI MBI JURUSAN ADM NIAGA POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

KAJIAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN MAHASISWA ATAS PEMILIHAN STUDI PADA PROGRAM STUDI MBI JURUSAN ADM
NIAGA POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

Putut Haribowo

Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri
Semarang

Jl. Prof.H.Sudarto, SH, Tembalang, Kotak Pos 6199/SMS Semarang 50061



ABSTRACT

The aim of the 
research to identify the character of students internal customer, to
analyse the factor which influence the student’s decision in choosing to study
at Prodi Manajemen Bisnis Internasioal Jurusan Administrasi Niaga Politeknik
Negeri Semarang.  And to analyse the
factor which the most dominant in influencing on student’s decision. To collect
data by using questionair and analyzed 
by descriptive analysis method and multiple regression analysis.

The result of this research, indicate R=0,854
means dependent variable and independent variable has correlation. F test is
significant and Adjusted R2=0,705 indicate that 70,5% variation
dependent variable was influenced by the fourth independent variable.

Partially the result of regression analysis
indicate that coefficient factor cultural variable b=0,064, sig=0,454 it means
cultural factor variable is not significant.  
Social factor variable, b=0,418, sig=0,009, Personal factor variable
b=0,247, sig=0,018  and Phycology factor
variable b=0,235, sig=0,045   positive
influence to chosen decision factor significantly.

Keyword: Factor influence, student’s decision, choosing
study

PENDAHULUAN

Pada
saat  ini, persaingan antar institusi
pendidikan semakin kompetitif. Pemasaran untuk lembaga pendidikan mutlak
diperlukan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran jasa pendidikan
untuk memenangkan kompetisi antar institusi pendidikan serta untuk meningkatkan
akselerasi peningkatan kualitas dan profesionalisme manajemen pendidikan. Institusi
pendidikan, sebagai
organisasi produksi yang
menghasilkan jasa pendidikan, konsumen utamanya adalah mahasiswa. Apabila
produsen tidak mampu memasarkan hasil produksinya, disebabkan karena mutunya
tidak disenangi oleh konsumen, tidak memberikan nilai tambah, layanan tidak
memuaskan, maka produk jasa yang ditawarkan tidak akan laku, sehingga
kampus  ditutup karena ketidakmampuan
para pengelolanya.

Dalam memasarkan programnya kepada masyarakat,
perguruan-perguruan tinggi berlomba untuk menawarkan jasa pendidikan terbaik
yang dapat diterima oleh masyarakat. Ketatnya persaingan dalam industri jasa
pendidikan mengharuskan Politeknik Negeri Semarang untuk menjaga kualitasnya
dalam mengetahui apa kebutuhan dan keinginan pelanggan. Hal ini dimaksudkan agar
Politeknik Negeri Semarang memiliki kekuatan bersaing yang baik dalam menarik
perhatian pelanggan maupun mempertahankan kesetiaan dan kepercayaan pelanggan
dengan meningkatkan mutu layanan dan mutu lulusan.

Pengelola Politeknik Negeri Semarang harus menjadikan
pelanggan sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, perlu diketahui kualitas
pelayanan produk jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pelanggan pada
industri jasa pendidikan. Selain itu, institusi juga perlu mengetahui
factor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk ber-kuliah
di Program Studi MBI.
Faktor-faktor
pertimbangan-pertimbangan ini dapat dijadikan sebagai suatu kajian untuk
dijadikan dasar pengelolaan lembaga pendidikan. Pengetahuan tentang
konsumen/perilaku konsumen dalam kaitan-nya dengan proses pengambilan keputusan
pembelian akan membantu pengelola institusi pendidikan menetapkan strategi yang
tepat untuk memasarkan produknya
.

Perumusan
Masalah

Secara
spesifik masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah menjawab
pertanyaan tentang f
aktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih studi pada program studi
Manajemen Bisnis Internasional?. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi, factor
apakah yang paling mempengaruhi/dominan atas pengambilan keputusan mahasiswa
dalam memilih studi pada program studi Manajemen Bisnis Internasional?

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan
yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah m
enganalisis faktor-faktor apa
saja yang mempengaruhi keputusan mahasiswa memilih studi di Prodi MBI Jurusan
AN Polines, menganalisis faktor yang paling berpengaruh/dominan atas keputusan
mahasiswa memilih studi di Prodi MBI Jurusan AN Polines

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat yaitu memberikan masukan
institusi dalam meningkatkan kualitas komunikasi yang akan diberikan kepada
masyarakat calon pelanggan.

Metode Penelitian

Lokasi
penelitian  dilaksanakan  pada 
Politeknik Negeri Semarang Jurusan Administrasi Niaga, Program Studi
Manajemen Bisnis Internasional dengan subjek 
penelitian  adalah   mahasiswa.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari
data primer dan data sekunder. Data primer ini diambil melalui :

1.        
Wawancara yang dilakukan dengan
pihak-pihak yang terkait dalam penelitian sesuai masalah yang diteliti. Hal ini
dilakukan agar dapat memperoleh data untuk menunjang penelitian lebih lanjut.

2.        
Kuesioner yang diberikan kepada
seluruh mahasiswa Prodi MBI Polines. Alat ukur yang dipakai adalah dengan
menggunakan skala Likert.

Alat
Uji Kuesioner 

Uji validitas kuesioner dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana alat ukur dapat mengukur variabel yang diukur. Uji reliabilitas digunakan
untuk mengetahui tingkat reliabilitas data yang dihasilkan oleh suatu
instrumen, artinya menunjukkan kestabilan hasil pengukuran, bila alat tersebut
digunakan pada kelompok yang sama pada saat yang berbeda.

Metode Pengolahan dan Analisis Data

Analisis deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan
karakteristik responden yang terdiri dari mahasiswa Progam Studi  MBI dengan cara menggambarkan serinci mungkin
data yang diperoleh.

Untuk menganalisis pengaruh
atribut-atribut bauran pemasaran jasa pendidikan terhadap keputusan untuk
berkuliah di program studi MBI, digunakan analisis Regresi Linier Berganda
.

Kerangka
Pikir Penelitian

Penelitian ini mencoba menggali factor-faktor yang berperan
dalam pemilihan studi pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan atribut
kebudayaan, social, pribadi, dan psikologi.





Gambar 1. Kerangka Pemikiran Konseptual

Keterangan:

Faktor berpengaruh secara simultan

Faktor berpengaruh secara
individual



TINJAUAN PUSTAKA

Kegiatan dalam
perusahaan tidak lepas dari pemasaran, inti dari pemasaran sendiri adalah
pertukaran barang dari produsen ke konsumen. Menurut Philip Kotler (2002:9)
“pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial membuat individu dan
kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan serta inginkan lewat
penciptaan dan pertukaran dan timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.”

Perilaku Pelanggan

Perilaku
konsumen merupakan tindakan-tindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh
konsumen perorangan, kelompok maupun organisasi untuk menilai, memperoleh dan
menggunakan barang-barang serta jasa melalui proses pertukaran atau pembelian
yang diawali dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan
tindakan-tindakan tersebut.

Salah satu
tujuan pemasaran adalah mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang
atau jasa yang dipasarkannya. Sebelum suatu kegiatan pemasaran dilakukan,
perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui perilaku konsumen. Dengan
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku keonsumen akan dapat
diketahui dengan tepat apa yang diinginkan-nya oleh konsumen.

Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Perilaku Pelanggan/Konsumen

Secara
umum, ada berbagai teori tenatang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
konsumen dalam membeli produk (barang/jasa). Faktor-faktor yang mempengaruhi
keputusan konsumen dintaranya adalah bauran pemasaran. Menurut Assauri
(2007:198) marketing mix merupakan kombinasi variabel yang dapat
dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau
konsumen.

Sedangkan
menurut Kotler (2001:144), faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
adalah kebudayaan, faktor sosial, pribadi, psikologis. Sebagian faktor-faktor
tersebut tidak diperhatikan oleh pemasar tetapi sebenarnya harus diperhitungkan
untuk mengetahui seberapa jauh faktor-faktor perilaku konsumen tersebut
mempengaruhi pembelian konsumen.

Kebudayaan

Budaya menurut
Ilmu Anthropologi adalah keseluruhan sistem ga-gasan, tindakan dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan masya-rakat yang dijadikanmilik diri manusia
dengan belajar (Kotler dan Armstrong, 2001). Faktor budaya mempunyai pengaruh
yang luas dan dalam ter-hadap perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peran
yang dimainkan oleh kultur, sub-kultur, dan kelas sosial pembeli.

Sosial

Perilaku
konsumen juga akan dipengaruhi oleh faktor sosial seperti kelompok kecil,
keluarga, peran dan status sosial dari konsumen. Faktor-faktor ini sangat
mempengaruhi tanggapan konsumen. Oleh karena itu, pe-masar harus benar-benar
memperhitungkannya dalam usahanya menyusun strategi pemasaran.

Pribadi

Keputusan
seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan
tahap daur-hidup pembeli, jabatan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian,
dan konsep dari pembeli yang bersangkutan.

Psikologis

Pada
saat tetentu seseorang mempunyai banyak kebutuhan, baik yang bersifat biologis
maupun psikologis tertentu seperti rasa lapar, haus dan sebagainya. Sedangkan
kebutuhan bersifat psikologis adalah kebutuhan yang timbul dari keadaan
fisiologis tertentu seperti kebutuhan untuk diakui, harga diri, atau kebutuhan
untuk diterima oleh lingkungannya.

Pengambilan
Keputusan

Proses pembelian
yang spesifik terdiri dari urutan kejadian sebagai berikut: Pengenalan masalah
kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan
perilaku pasca pembelian. Proses keputusan pembelian bisa di lihat pada gambar 2.



Gambar 2. Proses Pengambilan Keputusan
Pembelian

(Sumber: Kotler, 2004:204)



Pengenalan Masalah

Proses membeli
diawali saat pembeli menyadari akan adanya masalah kebutuhan dalam dirinya.
Pembeli menyadari terdapat perbedaan antara kondisi sesunggunya denga kondisi
yang inginkanya. Kebutuhan ini dapat disebabkan oleh rangsangan dari dalam diri
pembeli atau kebutuhan normal seseorang (internal) seperti rasa lapar,
dahaga dan lain sebagainya, dan bisa pula disebabkan rangsangan dari luar (eksternal).

Pencarian Informasi

Seorang konsumen
yang mulai timbul minatnya akan terdorong untuk mencari informasi lebih banyak.
Pencarian informasi ini dapat dibedakan menjadi dua tingkat: Pertama, keadaan
tingkat pencarian informasi



yang
sedang-sedang saja. Yang disebut perhatian yang meningkat. Kedua pencarian
informasi yang aktif dimana seseorang akan mencarinya secara aktif seperti
mencari bahan-bahan bacaan, menelpon teman-temannya, dan melakukan
kegiatan-kegiatan mencari untuk mempelajari yang lain.

Evaluasi Alternatif

Setelah
informasi di dapat konsumen, konsumen akan memproses informasi tersebut untuk
membuat pilihan merek untuk membuat keputusan akhir. Ada beberapa proses
evaluasi keputusan. Kebanyakan model dari proses evaluasi konsumen sekarang
bersifat kognitif, yaitu mereka memandang konsumen sebagai pembentuk penilaian
terhadap produk terutama berdasarkan pada pertimbangan yang sadar dan rasional.
Kosumen mungkin mengembangkan seperangkat kepercayaan merek tentang dimana
setiap merek berada pada ciri masing-masing kepercayaan merek menimbulkan citra
merek.

Keputusan Membeli

Pada tahap
evaluasi, konsumen membentuk preferensi terhadap merek-merek yang
terdapat pada perangkat pilihan. Konsumen juga membentuk tujuan membeli untuk
merek yang paling disukai. Walaupun demikian, ada dua faktor yang dapat
mempengaruhi tujuan membeli dan keputusan pembelian konsumen. Faktor yang pertama
adalah sikap orang lain, faktor ini tergantung pada dua hal (1). Intensitas sikap
negatif orang lain tersebut terhadap altenatif pilhan konsumen dan (2). Motivasi
konsumen untuk menuruti keinginan orang lain tersebut. Semakin tinggi intensitas
sikap negatif orang lain tersebut akan semakin besar kemungkinan konsumen
akan menyesuaikan tujuan pembelianya. Kemudian tujuan pembelian juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor keadaan yang tidak terduga.

Konsumen
membentuk tujuan pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti: pendapatan
keluarga yang diharapkan, harga yang diharapkan dan manfaat produk yang
diharapkan. Pada saat kosumen ingin bertindak, faktor-faktor keadaan yang tidak
terduga mungkin timbul dan mengubah tujuan membeli.

Perilaku Sesudah Pembelian

Produk
yang dilakukan konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau
ketidakpuasan. Konsumen tersebut juga akan terlibat dalam tindakan-tindakan
sesudah pembelian dan penggunaan produk yang akan menarik minat pemasar.
Pekerjaan pemasar tidak akan berakhir pada saat suatu produk dibeli, tetapi
akan terus berlangsung hingga periode sesudah pembelian.

PEMBAHASAN

Dilihat
dari jenis kelaminnya, responden penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin
wanita (76%). Hal ini sesuai dengan proporsional jenis kelamin mahasiswa
Jurusan Administrasi Niaga sebagian besar adalah wanita. Dilihat dari sisi
usia, responden dari penelitian ini berumur antara 17 sampai dengan 22 tahun.
Sebagian besar responden berusia 20 tahun. Dilihat dari sisi jurusan responden
pada saat sekolah di SLTA, responden dari penelitian ini berasal dari jurusan
IPA, IPS, dan jurusan lainnya. Sebagian besar responden berasal dari jurusan
IPA. Dilihat dari sisi daerah asal, responden dari penelitian ini berasal dari
Kota Semarang dan dari Luar Kota Semarang. Sebagian besar responden berasal
dari Kota Semarang (56%).

Hasil Analisis

Kuesener
yang dibagikan kepada responden dilakukan uji validitas dengan hasil bahwa
semua item dalam setiap variable adalah valid. Kuesener juga dilakukan uji
reliabilitas dengan hasil bahwa setiap variable adalah reliable. Dengan
demikian semua data hasil kuesener dapat dilakukan analisis selanjutnya.

Sebelum
dilakukan analisis regresi, dilakukan dahulu uji multikolinieritas, uji
heteroskedastisitas, dan uji normalitas.

Multikolinieritas
dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation faktor (VIF). Regresi
bebas dari Multikolinieritas apabila nilai VIF multi-kolinieritas adalah kurang
dari 10 dan tolerance mendekati 1 (Imam Ghozali 2005:91).



Tabel 1

Hasil Uji
Multikolinieritas

Variabel

Nilai

Tolerance

VIF

Konstanta

1,927

Faktor Budaya

0,064

0,543

1,840

Faktor Sosial

0,418

0,292

3,420

Faktor Pribadi

0,247

0,567

1,763

Faktor Psikologis

0,235

0,385

2,595

                        Sumber : Data primer
yang diolah, 2014



Model regresi yang baik adalah yang
homokedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas. Cara untuk
mendektesinya adalah dengan cara melihat grafik plot antara nilai, prediksi
variabel terikat (Z-PRED) dengan residualnya (SRESID). Deteksi ada tidaknya Heteroskedastisitas
dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik
scaterplot antar SRESID dan ZPRED. Jika tidak ada pola yang jelas, serta
titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak
terjadi heteroskedastisitas.



Gambar 3.

Hasil Scatter Diagram

Sumber : Data primer yang diolah, 2014



Uji normalitas
bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan
variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi
yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Jika
distribusi data adalah normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya
akan mengikuti garis diagonalnya (Ghozali, 2005:112).





Gambar 4.

Hasil Uji Normalitas

                                                Sumber : Data primer
yang diolah, 2014



Analisis
regresi berganda dilakukan untuk variable bebas Faktor Budaya, Faktor Sosial,
Faktor Pribadi, dan Faktor Psikologis, dengan variable tidak bebasnya adalah
Faktor Keputusan Pemilihan. Hasil analisis regresi berganda yang telah
dilakukan menghasilkan seperti Tabel 2. di bawah ini.





Tabel 2.

Hasil Regresi

Elemen

Nilai

Sig

R

0,854

R2

0,729

R2 Adjusted

0,705

F

30,303

0,000

Konstanta

1,927

0,361

Faktor Budaya

0,064

0,454

Faktor Sosial

0,418

0,009

Faktor Pribadi

0,247

0,018

Faktor Psikologis

0,235

0,045

                      Sumber : Data primer yang diolah,
2014



Hasil
analisis regresi menunjukkan bahwa nilai R sebesar 0,854 yang berarti antara
variable bebas dengan variable tidak bebas memiliki hubungan. Hal ini dikuatkan
dengan nilai uji F (signifikan) dan nilai R2 Adjusted sebesar 0,705
yang berarti bahwa 70,5% variasi variable tidak bebas dipengaruhi oleh keempat
variable bebas tersebut.

Secara
parsial, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai koefisien variable
factor budaya sebesar 0,064 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,454. Hal ini
berarti variable factor budaya berpengaruh positif terhadap variable keputusan
pemilihan namun secara tidak signifikan. Variabel factor social, factor
pribadi, dan factor psikologis berpengaruh positif terhadap factor keputusan
pemilihan secara signifikan.

Dalam
bentuk persamaan linier, dapat dituliskan sebagai berikut :



Y = 1,927 + 0,064X1 + 0,418 X2
+ 0,247X3 + 0,235X4



PENUTUP

Analisis
regresi berganda dilakukan untuk variable bebas Faktor Budaya, Faktor Sosial,
Faktor Pribadi, dan Faktor Psikologis, dengan variable tidak bebasnya adalah
Faktor Keputusan Pemilihan.  Hasil
analisis regresi menunjukkan bahwa nilai R sebesar 0,854 yang berarti antara
variable bebas dengan variable tidak bebas memiliki hubungan. Hal ini dikuatkan
dengan nilai uji F (signifikan) dan nilai R2 Adjusted sebesar 0,705
yang berarti bahwa 70,5% variasi variable tidak bebas dipengaruhi oleh keempat
variable bebas tersebut.

Secara
parsial, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai koefisien variable
factor budaya sebesar 0,064 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,454. Hal ini
berarti variable factor budaya berpengaruh positif terhadap variable keputusan
pemilihan namun secara tidak signifikan. Variabel factor social, factor
pribadi, dan factor psikologis berpengaruh positif terhadap factor keputusan
pemilihan secara signifikan. Dengan demikian, apabila institusi Polines akan
mengadakan promosi, agar promosi tersebut mengenai sasaran, maka dalam
pembuatan promosi haruslah memperhatikan 
factor social, pribadi dan psikologis.

DAFTAR PUSTAKA

Umar, H. 2004. Metode Penelitian
Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis
. RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Ferdinand, Augusty. 2006. Metode
Penelitian Manajemen
. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi
Analisisi Multivariate dengan Program SPSS
. Semarang. Badan Penerbit
Universitas Diponegoro

Kotler, Philip. 2003. Manajemen
Pemasaran Edisi Kesebelas Jilid 2
. Jakarta: PT Indeks kelompok Gramedia

Swasta, Basu. 2002. Azas-azas
Marketing. Yogyakarta: Liberty

Ratminto dan Atik Septi Winarsih.
2009. Manajemen Pelayanan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Simamora, Bilson. 2004a. Panduan
Riset Perilaku Konsumen
. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Supranto, J. 2003. Metode Riset
Aplikasinya Dalam Pemasaran.
Jakarta: Rineka Cipta

Swasta, Basu dan Hani Handoko. 2000.
Manajemen Pemasaran, Analisis Konsumen. Yogyakarta: BPFE

Tjiptono, Fandy. 2004. Manajemen
Jasa
. Yogyakarta: Andi

Umar, Husein. 2002. Riset Pemasaran dan Perilaku
konsumen
. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Cari Asuransi: ASURANSI KEBAKARAN

2.1 Polis Asuransi KebakaranPolis asuransi kebakaran selain harus memenuhi syarat-syarat umum Pasal 256 KUHD, juga harus rnenyebutkan syarat-syarat khusus yang hanya berlaku bagi asuransi kebakaran seperti di dalam Pasal 287 KUHD, Untuk mengetahui semua syarat umum...

Cari Asuransi: REASURANSI

A. Pengertian Reasuransi dan Prinsip-prinsip dalam Hubungan Antara Penanggung dan Penanggung Ulang Dalam Perjanjian ReasuransiBila dalam asuransi telah didapatkan suatu definisi sebagaimana yang termaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Kepailitan pasal 246...

Cari Asuransi: Asuransi Jiwa

2.1 Pengertian Asuransi Jiwa1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992Dalam Undang Nomor 2 Tahun 1992, dirumuskan definisi asuransi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan rumusan yang terdapat dalam Pasal 246 KUHD. Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor...

Kajian Rencana Bisnis – @Cari Asuransi

    Menemukan ide bisnis tanpa mewujudkannya dalam tindakan nyata rasanya sia-sia. Para entrepreneur sukses, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berbisnis tidak usah membuat rencana...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.