Mengenal 3 Jenis Insurtech di Indonesia ~ Akademi Asuransi

Insurtech adalah pedekatan baru industri asuransi dalam menciptakan produk asuransi dan dalam memasarkan produk asuransi ke masyarakat. Dalam hal pemasaran, Insurtech memperkenalkan user jurney yang baru kepada para penggunanya. Secara teknis, InsurTech berkembang mulai dari manajemen asuransi hingga  pemrosesan, penjualan, pengelolaan data, dan lainnya. 

Saat ini, ada tiga jenis insurtech yang ada di Indonesia. Saya akan jabarkan satu persatu secara sederhana.

Aggregator/Marketplace

Insurtech jenis agregator ini memberikan pengalaman baru dalam mendapatkan produk asuransi dengan cara membandingkan produk asuransi satu dengan yang lain. Masyarakat dapat membandingan harga, luas jaminan asuransi, hingga ketentuan klaim dari berbagai asuransi. Agregator dalam hal ini berperan secara pasif untuk memberikan perbandingan berbagai produk dan layanan asuransi serta menyediakan platform untuk memfasilitasi transaksi. Agregator mendapatkan komisi atau imbal hasil dari asuransi apabila berhasil menjual produk dalam jumlah tertentu. Beberapa contoh agregator yang bisa kita sebutkan antara lain cekpremi.com, lifepal.com, cermati.com, cekaja.com

Broker/Agent

Merupakan aggregator yang telah memiliki izin kepialangan/keagenan asuransi.  Hak dan kewajiban diatur dengan jelas antara broker/agent dengan perusahaan asuransi. Mereka memiliki lisensi untuk menjalankan bisnis keperantaraan secara aktif, baik sebagai konsultan manajemen risiko maupun dalam memilih perusahaan asuransi sesuai kebutuhan Tertanggung dan mengatur transaksi asuransi. Seiring berkembangnya waktu, Insurtech jenis ini juga menyediakan platform bagi para agen/tenaga pemasar asuransi untuk melakukan transaksi asuransi. Beberapa contohnya antara lain Fuse, Qoala, dan Pasar Polis Mitra. 

The Full Stack Insurtech

Ini adalah transormasi perusahaan asuransi yang memiliki izin penyelenggaraan asuransi untuk membangun platform digitalnya sendiri dalam memberikan pelayanan dan pengalaman unik kepada pelanggannya mulai dari promosi produk, penjualan, analisis risiko, pelayanan transaksi pembayaran langsung premi maupun klaim. Contoh dari Insurtech ini adalah Simas Insurtech yang secara khusus menyediakan produk-produk asuransi berbasis digital / API untuk berbagai platform maupun end customer.

Afrianto Budi, CIIB, ANZIIF (Sr Assoc) CIP

Bogor, 12 Aug 2021

Cari Asuransi: ASURANSI KEBAKARAN

2.1 Polis Asuransi KebakaranPolis asuransi kebakaran selain harus memenuhi syarat-syarat umum Pasal 256 KUHD, juga harus rnenyebutkan syarat-syarat khusus yang hanya berlaku bagi asuransi kebakaran seperti di dalam Pasal 287 KUHD, Untuk mengetahui semua syarat umum...

Cari Asuransi: REASURANSI

A. Pengertian Reasuransi dan Prinsip-prinsip dalam Hubungan Antara Penanggung dan Penanggung Ulang Dalam Perjanjian ReasuransiBila dalam asuransi telah didapatkan suatu definisi sebagaimana yang termaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Kepailitan pasal 246...

Cari Asuransi: Asuransi Jiwa

2.1 Pengertian Asuransi Jiwa1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992Dalam Undang Nomor 2 Tahun 1992, dirumuskan definisi asuransi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan rumusan yang terdapat dalam Pasal 246 KUHD. Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor...

Kajian Rencana Bisnis – @Cari Asuransi

    Menemukan ide bisnis tanpa mewujudkannya dalam tindakan nyata rasanya sia-sia. Para entrepreneur sukses, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berbisnis tidak usah membuat rencana...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.