Menggunakan Big Data di Perbankan Indonesia – @Cari Asuransi

Apa itu Big Data?

Big data adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan set
data dalam ukuran yang sangat besar yang mungkin secara komputasi
dianalisis untuk menemukan pola, trend, asosiasi, terutama dalam
hubungannya terhadap interaksi dan tindakan manusia.

Kumpulan data ini demikian besar dan kompleksnya sehingga aplikasi
pemrosesan data tradisional tidak mampu memprosesnya. Pemrosesan ini
termasuk analisis, pencarian, pengumpulan, pembagian, penyimpanan,
transfer, visualisasi, query, pembaharuan data dan kerahasiaan
informasi. 

Istilah Big Data secara sederhana mengacu ke predictive
analytics, user behavior analysis dan metode analytics data yang
mengambil data dalam bentuk terstruktur maupun tidak.

Big data berisikan berbagai jenis data dalam berbagai macam format:

  1. Structured data seperti relational database (RDBMS)
  2. Semi-Structured data seperti XML, JSON
  3. Unstructured data seperti Dokumen, metadata, video, gambar, audio, file teks, ebooks, email message, social media, jurnal dll.

Mengenai sejarah dan detail lain dari Big Data dapat ditemukan di
berbagai sumber informasi lainnya dan tidak akan dibahas disini.

Bagaimana hubungan Big Data dan Data Warehouse?

Big Data dan Data Warehouse (DWH) merupakan dua hal yang sangat berbeda. DWH memproses data-data dalam format terstruktur sementara Big Data mampu memproses data dalam format berbagai jenis. DWH fokus kepada performance untuk mendapatkan data secepat mungkin sementara Big Data lebih berorientasi pada analisis data untuk pengembangan bisnis di masa depan. Pada sisi teknologi DWH umumnya dilayani oleh vendor-vendor utama seperti: IBM, Oracle, Microsoft, SAP, dan lainnya sementara Big Data umumnya dilayani oleh komunitas open source. Big data tidak membutuhkan appliance dalam menjalankan fungsinya dan bisa mempergunakan commodity server sebagai pengganti sementara Data warehouse umumnya dipaketkan sebagai appliance.
 

Mengapa Big Data penting?

Analisis big data menjadi penting karena digunakan untuk pengambilan
keputusan terkait bisnis. Big data juga membantu pebisnis untuk
menemukan peluang-peluang bisnis baru yang tidak dapat dilihat dengan
mempergunakan data tradisional saja.

Apa manfaat Big Data untuk Bank?

Bagi Bank adalah penting untuk belajar dari data masa lalu namun lebih penting lagi mempergunakan data tersebut untuk memprediksi bisnis di masa depan.

Beberapa use case bank di Indonesia yang mempergunakan Big Data adalah:

1. Customer Retention dan Acquisition

Bank melakukan analisa data dan menargetkan iklan berbasiskan machine learning

2. Menemukan anomali dalam transaksi
Misalnya jika terjadi transaksi mencurigakan yang tidak cocok dengan profil dari si pengguna

Solusi Big Data di Indonesia
 

Secara umum solusi Big Data pasti mempergunakan solusi Hadoop.

Hadoop adalah open source software framework yang sangat terkenal dan
merupakan inti dari Big Data Analytics. Hadoop menyediakan penyimpanan
data enterprise dan analytics dengan skalabilitas yang hampir tidak
terbatas. Karena sifat Hadoop adalah open source maka artinya semua
orang boleh mempergunakan. Tetapi seiring dengan kemajuan dan
pemanfaatannya yang seringkali mengalami penyesuaian di sisi klien maka
menimbulkan Hadoop distribusi komersial.

Distribusi komersial Hadoop ini biasanya menambahkan fungsi-fungsi
untuk mempermudah klien dalam melakukan pengembangan untuk penyimpanan
data dan analitik maupun fungsi securitynya. Umumnya distribusi
komersial ini mempergunakan skema subscription.

Distribusi komersial Hadoop umumnya juga menawarkan dukungan
(support) terhadap sistem sehingga klien tidak perlu bergantung kepada
komunitas open source, hal ini biasanya dibutuhkan oleh institusi yang
menerapkan SLA (Service Level Agreement) dalam operasi mereka, seperti
Bank.

Di Indonesia distribusi komersial Hadoop yang ada di pasar perbankan adalah:

1. Cloudera


Cloudera adalah vendor pertama yang menawarkan Hadoop sebagai sebuah
paket dan terus menjadi trend dalam industri. Distribusi Cloudera CDH,
yang berisi semua komponen open source, adalah distribusi Hadoop paling
populer. Cloudera dikenal sebagai yang paling cepat berinovasi dengan
pengembangan framework inti Cloudera – misalnya dengan menawarkan
SQL-untuk-Hadoop dengan mesin query Impala nya. Yang lainnya termasuk
user interface, security dan interface untuk integrasi dengan aplikasi
pihak ketiga. Cloudera juga menawarkan dukungan untuk seluruh distribusi
melalui layanan berlangganan mereka.



2. Hortonworks


Platform Hortonworks sepenuhnya open source – pada kenyataannya
perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan yang mengakuisisi perusahaan
lain yang mempunya code yang berguna dan melepaskannya ke komunitas open
source. Hal ini membuat Hortonworks menjadi sangat populer di pasar.
Tahun ini Pivotal menghentikan pengembangan distribusi mereka sendiri
dan baik Amazon maupun IBM kini menawarkan Hortonworks sebagai pilihan
pada platform mereka, bersama distribusi Hadoop mereka sendiri. Platform
Hortonworks juga merupakan inti dari Open Data Platform Initiative –
sebuah kelompok yang menyederhanakan dan menstandarkan spesifikasi dalam
ekosistem Big Data. Dalam jangka panjang sepertinya hal ini akan
mendapatkan dukugan luas.

3. MapR


Seperti Hortonworks dan Cloudera, MapR adalah fokus sebagai penyedia
platform, bukan managed services, seperti Amazon atau Microsoft. MapR
mengintegrasikan sistem database mereka sendiri – MapR-DB yang diklaim
adalah empat sampai tujuh kali lebih cepat dari database Hadoop biasa –
HBase yang digunakan oleh kompetitor mereka. Karena kekuatan dan
kecepatan inilah MapR sering dianggap sebagai pilihan yang terbaik untuk
proyek Big Data yang ukurannya sangat besar.

Sumber :

http://teknologibank.com/detailpost/solusi-big-data-di-indonesia

Cari Asuransi: ASURANSI KEBAKARAN

2.1 Polis Asuransi KebakaranPolis asuransi kebakaran selain harus memenuhi syarat-syarat umum Pasal 256 KUHD, juga harus rnenyebutkan syarat-syarat khusus yang hanya berlaku bagi asuransi kebakaran seperti di dalam Pasal 287 KUHD, Untuk mengetahui semua syarat umum...

Cari Asuransi: REASURANSI

A. Pengertian Reasuransi dan Prinsip-prinsip dalam Hubungan Antara Penanggung dan Penanggung Ulang Dalam Perjanjian ReasuransiBila dalam asuransi telah didapatkan suatu definisi sebagaimana yang termaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Kepailitan pasal 246...

Cari Asuransi: Asuransi Jiwa

2.1 Pengertian Asuransi Jiwa1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992Dalam Undang Nomor 2 Tahun 1992, dirumuskan definisi asuransi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan rumusan yang terdapat dalam Pasal 246 KUHD. Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor...

Kajian Rencana Bisnis – @Cari Asuransi

    Menemukan ide bisnis tanpa mewujudkannya dalam tindakan nyata rasanya sia-sia. Para entrepreneur sukses, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berbisnis tidak usah membuat rencana...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.