Penggunaan Fungsi IDIR, DBR, DSR, dan WI Need, DOH dalam Analisa Kredit – @Cari Asuransi

Perlu Kita ketahui bahwa banyak faktor yang dipertimbangkan analis kredit sebelum memberikan rekomendasi setuju atau tidak terhadap pengajuan calon debitur. Mereka memiliki format dan metode standar yang harus dipenuhi secara tertulis dengan bentuk, format, dan kedalaman yang ditetapkan bank. Selain itu, analisis tidak hanya didasari pertimbangan subyektif permohonan kredit tersebut. Analisa Keuangan cukup berpengaruh terhadap proses analisa kredit itu sendiri. beberapa fungsi yang sering digunakan adalah fungsi IDIR, DBR, DSR, dan WI Need, DOH. Berikut penjelasannya :

1. DOH

DOH = Perbandingan antara Inventori usaha / Hpp Usaha x 30hari, menghasilkan berapa lama barang usaha tersebut laku/terjual (hari).

2. WI Need

WI Need = DOH Inventori + DOH Piutang Dagang – DOH Hutang Dagang /30hari X HPP menghasilkan seberapa banyak kebutuhan modal usaha sesunggugnya atas DOH inventori + DOH piutang dagang – DOH hutang datang dibagi 30hari dan dikali kan dengan jumlah harga pokok barang usaha dan muncullah kebutuhan modal usaha tersebut (Rp).

3. DI

DI = Sisa penghasilan bersih dari usaha Non gaji – Angsuran Pinjaman Exiting – Angsuran pinjaman Now, menghasilkan Seberapa (Rp) banyak keuntungan bersih usaha.

4. IDIR

IDIR = Angsuran Pinjaman Exiting + Angsuran Pinjaman Now / DI x 100 maksimal 80% sd 70%

Menghasilkan Calon debitur hanya bisa menggunakan pendapatan bersih usaha sebanyak 80% sd 75% sudah termasuk kewajiban angs exiting dan angs now.

5. DBR

DBR = Angsuran Pinjaman Now / Laba Kotor Usaha x100 Maksimal 25% Sd 20%

Menghasilkan calon debitur hanya bisa mnggunakan maksimal 25% sd 20% dari hasil laba kotor usaha atau kebalikan dari pada IDIR.

6. DSR

DSR = Angsuran Pinjaman Now + Angsuran pinjaman Exiing / Laba kotor usaha x100 Maksimal 40% sd 35%

Menghasilkan calon debitur hanya boleh menggunakan 40% sd 35% dari laba kotor guna membayar kewajiban lain baik berupa angs exiting atau angs pinjaman now.

Sumber :

http://rasciii.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-idir-dbr-dsr-dan-wi-need-doh.html

Cari Asuransi: ASURANSI KEBAKARAN

2.1 Polis Asuransi KebakaranPolis asuransi kebakaran selain harus memenuhi syarat-syarat umum Pasal 256 KUHD, juga harus rnenyebutkan syarat-syarat khusus yang hanya berlaku bagi asuransi kebakaran seperti di dalam Pasal 287 KUHD, Untuk mengetahui semua syarat umum...

Cari Asuransi: REASURANSI

A. Pengertian Reasuransi dan Prinsip-prinsip dalam Hubungan Antara Penanggung dan Penanggung Ulang Dalam Perjanjian ReasuransiBila dalam asuransi telah didapatkan suatu definisi sebagaimana yang termaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Kepailitan pasal 246...

Cari Asuransi: Asuransi Jiwa

2.1 Pengertian Asuransi Jiwa1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992Dalam Undang Nomor 2 Tahun 1992, dirumuskan definisi asuransi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan rumusan yang terdapat dalam Pasal 246 KUHD. Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor...

Kajian Rencana Bisnis – @Cari Asuransi

    Menemukan ide bisnis tanpa mewujudkannya dalam tindakan nyata rasanya sia-sia. Para entrepreneur sukses, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berbisnis tidak usah membuat rencana...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.