Perbedaan Buku Besar Utama dan Buku Besar Pembantu

Pada saat kita mempelajari Akuntansi, kita mengenal buku besar ada dua macam, yaitu Buku Besar Utama dan Buku Besar Pembantu. Lalu apakah pengertian/definisi dari keduannya? Dan apakah perbedaan dari kedua buku besar tersebut?

Buku besar utama (general ledger)adalah kumpulan akun-akun yang sejenis yang telah dicatat dalam jurnal khusus maupun jurnal umum. Buku besar utama digunakan untuk meencatat perubahan pada harta, ekuitas (modal), liabilitas (kewajiban), pendapatan, dan beban dalam satu periode akuntansi.

Buku besar pembantu (subsidiary ledger)adalah buku besar yang berisi rincian dari akun tertentu yang terdapat dalam buku besar utama. Pada umumnya, buku besar pembantu (BBP) di bagi menjadi tiga, yaitu BBP Utang Dagang, BBP Piutang Dagang, dan BBP Persediaan. BBP Utang Dagang digunakan untuk merinci utang berdasarkan nama kreditur/perusahaan. BBP Piutang Dagang digunakan untuk merinci piutang berdasarkan nama debitur/perusahaan. Sedangkan BBP Persediaan digunakan untuk merinci persediaan yang ada di dalam perusahaan berdasarkan nama/jenisnya.

Fungsi buku besar utama adalah mengendalikan buku besar pembantu, artinya jumlah saldo dar akun yang terdapat dalam buku besar pembatu harus sama dengan saldo akun yang bersangkutan di dalam buku besar utama. Oleh sebab itu, buku besar utama sering disebut sebagai akun induk atau akun pengendali. Sedangkan fungsi buku besar pembantu adalah merinci suatu akun yang terdapat dalam buku besar utama.
Selain perbedaan yang terdapat pada masing-masing fungsi, perbedaan antara buku besar utama dan buku besar pembantu dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Perbedaan
Buku Besar Utama
Buku Besar Pembantu
Sumber Pencatatan
Jurnal khusus dan jurnal umum
Buku transaksi
Posting
Secara kolektif, biasanya setiap akhir bulan
Setiap hari dan/atau setiap terjadinya transaksi
Tanggal Pencatatan
Tanggal akhir bulan
Tanggal transaksi
Sumber Pustaka:
Santoso, Jarot Tri Bowo. 2011. Pengantar Akuntansi. Surabaya: Jenggala Pustaka Utama

Cari Asuransi: ASURANSI KEBAKARAN

2.1 Polis Asuransi KebakaranPolis asuransi kebakaran selain harus memenuhi syarat-syarat umum Pasal 256 KUHD, juga harus rnenyebutkan syarat-syarat khusus yang hanya berlaku bagi asuransi kebakaran seperti di dalam Pasal 287 KUHD, Untuk mengetahui semua syarat umum...

Cari Asuransi: REASURANSI

A. Pengertian Reasuransi dan Prinsip-prinsip dalam Hubungan Antara Penanggung dan Penanggung Ulang Dalam Perjanjian ReasuransiBila dalam asuransi telah didapatkan suatu definisi sebagaimana yang termaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Kepailitan pasal 246...

Cari Asuransi: Asuransi Jiwa

2.1 Pengertian Asuransi Jiwa1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992Dalam Undang Nomor 2 Tahun 1992, dirumuskan definisi asuransi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan rumusan yang terdapat dalam Pasal 246 KUHD. Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor...

Kajian Rencana Bisnis – @Cari Asuransi

    Menemukan ide bisnis tanpa mewujudkannya dalam tindakan nyata rasanya sia-sia. Para entrepreneur sukses, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berbisnis tidak usah membuat rencana...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.