Risiko Cyber Meningkat Selama Pandemi Covid-19 ~ Akademi Asuransi

Semua orang yang bekerja pada cyber insurance tahu bahwa industri ini tidak pernah statis. Risiko bisnis selalu berubah sepanjang waktu.

Justin Herring, wakil pengawas eksekutif di Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (DFS) mengatakan bahwa pengubah permainan dari cyber insurance adalah ransomware. Serangan Ransomware menyumbang hampir seperempat dari semua insiden dunia maya secara global tahun lalu, menurut perusahaan perangkat lunak Bitdefender.

Pada tahun 2017 AS diserang ransomware yang berdampak pada 966 lembaga pemerintah, pendiidkan, dan penyedia layanan kesehatan dengan potensi kerugian leboh dari USD 7,5 milyar. 

Seiring dengan saling ketergantungannya dengan 

Beberapa kasus buruk pencurian data yang dialami oleh Tokopedia pada Maret 2020, Komisi Pemilihan Umum pada Mei 2020, Lazada dan Cermati pada akhir 2020, BPJS Kesehatan pada Mei 2021, dan BRI life pada Juni/Juli 2021 merupakan sederet kasus menyedihkan yang terkait dengan cyber insurance.

teknologi, terutama selama pandemi COVID-19 berlangsung, membuat perusahaan dan organisasi lebih rentan terhadap segala jenis serangan cyber yang dapat memiliki efek sistematik.

Semua ini telah menghasilkan kesadaran publik yang lebih besar tentang insiden siber, dengan lebih banyak perusahaan berusaha untuk memperkuat postur keamanan siber mereka. Organisasi harus memeriksa dengan cermat eksposur risiko cyber yang mereka hadapi. 

Serangan cyber bukanlah risiko yang tidak dapat ditanggulangi. Menggunakan password yang rumit, membatasi akses karyawan pada data perusahaan, melakukan pengecekan berkala terhadap sistem keamanan cyber, dan seterusnya dapat selalu dilakukan oleh organisasi untuk mengamankan data.

Meski demikian, cyber insurance merupakan sesuatu yang wajib Anda beli. Cyber insurance memberikan Anda kepastian bahwa sekalipun akhirnya serangan cyber terjadi, Anda tidak mengalami kerugian lebih dari yang akan terjadi jika Anda tidak memiliki asuransi. Anda dapat membaca mengenai cyber insurance secara lebih lengkap di sini. (ABP)

Cari Asuransi: ASURANSI KEBAKARAN

2.1 Polis Asuransi KebakaranPolis asuransi kebakaran selain harus memenuhi syarat-syarat umum Pasal 256 KUHD, juga harus rnenyebutkan syarat-syarat khusus yang hanya berlaku bagi asuransi kebakaran seperti di dalam Pasal 287 KUHD, Untuk mengetahui semua syarat umum...

Cari Asuransi: REASURANSI

A. Pengertian Reasuransi dan Prinsip-prinsip dalam Hubungan Antara Penanggung dan Penanggung Ulang Dalam Perjanjian ReasuransiBila dalam asuransi telah didapatkan suatu definisi sebagaimana yang termaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Kepailitan pasal 246...

Cari Asuransi: Asuransi Jiwa

2.1 Pengertian Asuransi Jiwa1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992Dalam Undang Nomor 2 Tahun 1992, dirumuskan definisi asuransi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan rumusan yang terdapat dalam Pasal 246 KUHD. Menurut ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-undang Nomor...

Kajian Rencana Bisnis – @Cari Asuransi

    Menemukan ide bisnis tanpa mewujudkannya dalam tindakan nyata rasanya sia-sia. Para entrepreneur sukses, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berbisnis tidak usah membuat rencana...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.